Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:37 WIB
Ilustrasi kader kibarkan bendera PDI Perjuangan. (Beritajatim.com/Ist)

"Menurut saya (Bambang Pacul) kok tidak pernah memakai logika berpikir," kata Rudy.

Sumanto juga mengingatkan bahwa bukti dan bakti kader banteng adalah menjunjung tinggi kehormatan, martabat,.dan disiplin partai, serta akan mengutamakan kepentingan partai.

“Setiap kader apalagi yang menempati struktural partai terikat degan janji jabatan, sehingga kalau mau deklarasi capres harus mengikuti keputusan partai. Jika tidak mau mengikuti aturan dan ingin deklarasi, ya harus memilih. Jangan siap disanksi tapi gentle berada di luar partai," tegasnya.

Ditambahkan Sumanto, kader seperti itu bukan membangun partai, malah menggangu kerja-kerja partai, mengingat masih banyak kerja-kerja lain yang lebih penting.

Baca Juga: Sutan Riska Masuk Bursa Pilpres 2024 dari PDI Perjuangan

“Sebagai kader apalagi masuk struktur, seharusnya sudah membaca intruksi partai perihal “Penegasan Komunikasi Politik” (Surat nomor 3134/IN/DPP/VIII/2021), dan pasal 15 huruf f AD ART Partai," paparnya.

Sumanto menjelaskan soal isi surat tersebut yang merupakan instruksi partai tentang kedisplinan semua kader serta terkait dengan calon presiden dan wakil presiden yang menjadi hak prerogatif Ketua Umum.

“Kita harus menjalankan instruksi Ketua Umum, jangan sampai instruksi Ketua Umum hanya diangap angin lalu," katanya.

Load More