SuaraJawaTengah.id - Peserta klub kompetisi liga 1 dan liga 2 ternyata tidak semua disiplin menerapkan pertauran yang berlaku. Malah banyak yang melanggar dan dijatuhi sanksi disiplin.
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyidangkan sejumlah pelanggaran selama gelaran BRI Liga 1 dan Liga 2 mulai 8 September hingga 17 Oktober 2021. Klub milik Atta Halilintar, PSG Pati, diganjar tiga sanksi sekaligus dengan total denda Rp83 juta.
Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, mengatakan Komdis mencatat sebanyak 14 kasus sejak 1 Oktober hingga 17 Oktober dalam gelaran Liga 2. Menurutnya, pelanggaran paling banyak berupa keterlambatan kick off sebanyak tujuh kasus.
Lalu, sebuah kasus mendiskreditkan keputusan PSSI atau masuk ke dalam tingkah laku buruk ofisial. Ia turut mencatat pelanggaran para pemain seperti melanggar fair play berupa tindakan rasis kepada perangkat pertandingan dan menampel wasit sebagai perangkat pertandingan.
Baca Juga: Persiba Balikpapan Tumbangkan Persewar Waropen dengan Skor 2-1
“Satu kasus lagi karena menyikut pemain lawan dan pelanggaran fair play karena kartu merah langsung. Ada juga tingkah laku buruk tim dalam satu pertandingan mendapatkan lima kartu kuning atau lebih sebanyak dua kasus. Total pelanggaran Liga 2 ada 14 kasus. Saya berharap, baik Liga 1 dan 2 tidak ada lagi pelanggaran berat ke depan. Semua ingin sepak bola ini berjalan fair play,’’ kata Erwin dikutip dari Solopos.com pada Kamis (21/10/2021).
Sementara itu, pihaknya mencatat 12 kasus selama gelaran BRI Liga 1 dengan klasifikasi berbeda-beda. Ia merinci perilaku buruk tim yakni terlambat melangsungkan kick off terdapat lima kasus. Kemudian terdapat tiga kasus sebuah tim satu mendapatkan lebih dari lima kartu kuning dalam satu pertandingan.
Lalu, pihaknya juga mencatat sebuah pelanggaran tamu VIP yang masuk ke ruang ganti pemain ada satu kasus. Sementara itu, perilaku buruk pemain berupa ganjaran kartu merah langsung terdapat dua kasus. “Jadi total pelanggaran sejak 8 September hingga 9 Oktober adalah 12 kasus. Ini belum termasuk Liga 2,’’ ujar Erwin.
PSG Pati
Dalam rincian data yang dikeluarkan Komdis PSSI, PSG Pati tercatat sebagai tim dengan jumlah sanksi terbanyak. Sebulan, tim milik Atta Halilintar itu mendapat tiga sanksi sekaligus. Komdis mendenda PSG Pati sebanyak Rp30 juta karena terlambat melakukan kick off dalam pertandingan PSCS Cilacap vs PSG Pati pekan lalu.
Baca Juga: Hasil Liga 2: Kandaskan Babel United, Semen Padang Petik Kemenangan Perdana
Lalu, mantan pemain Timnas Indonesia, Nur Hidayat Haji Haris dilarang bermain sebanyak 3 pertandingan dan denda Rp3 juta. Nur Hidayat dianggap menodai fair play dengan menyikut pemain lawan dengan keras saat PSG Pati melawan Persijap Jepara.
Berita Terkait
-
Performa Persis Solo Mulai Membaik, Pelatih Ong Kim Swee: Kita Belum Aman
-
BRI Liga 1: Pelatih Ong Kim Swee Beri Jeda Sejenak untuk Pemain Persis Solo
-
Hasil BRI Liga 1: Drama 5 Gol, Persis Solo Kalahkan PSS Sleman
-
Terima Tantangan Persis Solo, PSS Sleman Ingin Beri Jamuan Mimpi Buruk
-
Persib Nol! Daftar Klub Liga 1 Paling Banyak Sumbang Pemain ke Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara