SuaraJawaTengah.id - Memasuki musim hujan, masyarakat Kabupaten Banjarnegara diminta untuk waspada. Pasalnya, sejumlah wilayah di Banjarnegara rawan terjadi bencana longsor.
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi bencana tanah longsor di Desa Mlaya, kecamatan Punggelan, Banjarnegara Jawa Tengah. Kejadian tersebut mengakibatkan bocah umur 3 tahun meninggal dunia karena tertimbun material longsor, Kamis (21/10/2021) kemarin.
Dalam waktu yang bersamaan, tanah longsor juga terjadi disejumlah titik di wilayah Banjarnegara,Jawa Tengah. Dampaknya, beberapa akses jalan sempat tertutup akibat tumpahan material tanah longsor.
Kepala Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan Wiwi Susanti mengatakan bahwa wilayah desa Mlaya termasuk wilayah rawan longsor. Ia menyebut terdapat 25 titik yang rawan terjadi tanah longsor.
"Di desa Mlaya yang rawan longsor ada 25 titik, memang wilayah sudah merah, ini sudah langganan bencana," ungkap dia, Jumat (22/10/2021).
Ia menjelaskan kronologi kejadian berawal ketika wilayah desa Mlaya hujan lebat disertai angin sejak pukul 14.00 WIB. Hingga berselang 2 jam, tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang salah satunya mengakibatkan korban jiwa.
"Dari jam 2 sudah hujan deras disertai angin, 2 jam setelah itu sekitar setengah 4 terjadi longsor. Itu menyeluruh dari mulai dusun 1 sampai dusun 4 ada kejadian longsor,"jelas dia di lokasi kejadian.
Ia menyebut terdapat puluhan rumah yang terancam bencana tanah longsor di wilayahnya. Mengingat belum ada pengungsian , ia mengimbau kepada warga untuk mencari tempat yang lebih aman ketika hujan turun.
"Yang terancam sampai saat ini ada puluhan, hampir semua dusun di desa mlaya rawan longsor, himbauan kepada warga mencari tempat aman, tempat saudara atau teman. Disini rumah warga banyak yang berada di lereng tebing jadi untuk sementara ketika hujan untuk mengamankan diri. Sementara ini blm ada, sedang koordinasi untuk membuat tempat pengungsian,"imbuh dia.
Baca Juga: 18 Orang Tewas Diterjang Banjir dan Tanah Longsor di India
Di tempat yang sama, Kepala Kecamatan Punggelan, Joko Prayitno menambahkan dampak tanah longsor disejumlah titik menyebabkan akses jalan sempat tertutup. Pihaknya dibantu petugas dan tim relawan gabungan melakukan pembersihan jalan agar bisa segera dilewati.
"Sebagian mengganggu akses jalan, itu berbahaya kalau dilewati pasti akan selip, saya minta bantu Damkar dan relawan untuk menyemprot material tanah yang menutup jalan agar bisa dilewati," kata dia, Jumat (22/10/2021).
Imbauan BPBD
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengimbau kepada masayrakat Banjarnegara untuk waspada ketika musim hujan tiba. Pasalnya, pihaknya mencatat dalam sehari terdapat 9 kejadian tanah longsor dan banjir.
"Sampai pukul 10 malam tadi ada 9 lokasi kejadian. Ada longsor, banjir, dan juga jalan tertutup terkena dampak longsor. Masyarkat tetap tenang dan waspada,jika deras lebih 2 jam, sebaiknya melakukan evakusia mandiri, teruta daerah rawan di tebing terjal, mengungsi sementara waktu , mengurangi risiko," ungkap dia di lokasi yang sama, Jumat (22/10/2021).
Kini pihaknya juga tengah memantau 6 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Wilayan tersebut merupakan daerah rawan bencana tanah longsor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang
-
Mengenal Varian Cicada, Ahli Sebut Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Dibanding Dewasa
-
Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain