SuaraJawaTengah.id - Universitas Tidar (Untidar) Magelang melakukan uji coba kuliah tatap muka menggunakan aturan nomor pokok mahasiswa ganjil-genap. Diutamakan bagi mahasiswa senior atau yang sedang menempuh tugas akhir.
Kuliah tatap muka diberikan hanya kepada mahasiswa semester 5 dan 7 ke atas, serta mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir atau thesis. Jadwal kuliah tatap muka dibagi berdasarkan nomor pokok mahasiswa (NPM).
Kuliah tatap muka pada minggu kuliah ke 10, 11, dan 12 akan diikuti oleh mahasiswa dengan NPM ganjil. Sedangkan kuliah minggu ke 13, 14, dan 15 akan diikuti oleh mahasiswa bernomor NPM genap.
Rektor Untidar, Prof Mukh Arifin mengatakan, kuliah tatap muka dilakukan terbatas sesuai anjuran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek).
Kuliah tatap muka dimulai tanggal 25 Oktober hingga 24 Desember 2021 dengan kapasitas maksimal 1.500 mahasiswa. “Mahasiswa semester 5, 7, kemudian 9 dan 11, serta sisa-sisa yang belum lulus dibolehkan masuk kampus. Tapi dengan pembatasan,” kata Mukh Arifin, Rabu (27/10/2021).
Mahasiswa yang mengikuti PTM wajib sudah menerima minimal vaksin dosis pertama. Hanya mahasiswa dari daerah berstatus PPKM maksimal level 3 yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka di Untidar.
Selain mensyaratkan terdaftar di aplikasi PeduliLindungi, mahasiswa yang akan mengikuti PTM wajib lolos screening aplikasi Sipadu yang dibangun oleh Untidar.
Aplikasi Sipadu akan mendata mahasiswa yang boleh mengikuti PTM antara lain berdasarkan jenjang semester atau sedang menempuh tugas akhir. Mahasiswa yang tidak memiliki kepentingan akademik di kampus otomatis ditolak oleh sistem.
Sistem akan memberi kode hijau bagi mahasiswa yang boleh masuk kampus. Sebaliknya sistem akan memberi kode merah bagi mahasiswa yang tidak memiliki agenda kuliah tatap muka.
Baca Juga: UGM Bersiap Jelang Kuliah Tatap Muka Terkendali, Mahasiswa Bakal Dites GeNose Berkala
“Kalau hijau itu ada kegiatan. Merah artinya tidak ada kegiatan kuliah. Jadi kapasistas yang di kawasan kampus ini maksimal (tetap) 1.500 orang,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Noor Farid.
Untidar menerapkan metode kuliah hybrid learning. Ssehingga mahasiswa yang belum boleh mengikuti kuliah tatap muka dapat mengikuti pembelajaran secara online.
Jumlah maksimal mahasiswa dalam satu kelas dibatasi 50 persen dari kapasitas ruangan. Satu sesi kuliah dilaksanakan 50 menit dengan jeda 60 menit untuk pergantian sesi berikutnya.
“Kami mengimbau mahasiswa yang berasal dari luar Magelang ikut vaksin di daerah masing-masing. Mahasiswa yang domisili di Magelang Raya dan sekitarnya, kami menyelenggarakan vaksinasi di kampus,” ujar Rektor Untidar, Prof Mukh Arifin.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama