Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 29 Oktober 2021 | 18:13 WIB
Ilustrasi bola dan gawang. Setiap pertandingan resmi PSSI selalu ada satgas mafia bola, namun ternyata tetap ada praktik pengaturan skor. (Shutterstock)

Ia menambahkan secara fakta Satgas Anti Mafia Bola jilid III ini dibentuk saat Kapolri dijabat Idham Aziz lewat sprindik tanggal 1 Februari 2020 sampai enam bulan ke depan atau pada Agustus 2020.

Tugas Satgas Anti Mafia Bola jilid III ini sama dengan tugas jilid sebelumnya memonitor laga-laga sepak bola Indonesia yakni memetakan kasus-kasus dalam tahap satu, dua dan monitoring pertandingan Liga 1, 2, dan 3. Lalu juga mencegah terjadinya match fixing.

“Tetapi setelah Idham Azis diganti belum ada perpanjangan masa kerja Satgas menjadi Jilid IV yang sudah kedaluwarsa. Jadi siapa sesungguhnya para pria berompi Satgas di setiap pertandingan. Divisi Humas Polri harus menjelaskan agar citra Polri tak tercoreng,” imbuh dia.

Akmal mendorong pernyataaan manajemen Perserang terkait indikasi match fixing harus diusut tuntas dan dikembangkan.

Baca Juga: Tamu VIP Masuk Ruang Ganti, Persija Dijatuhi Sanksi Komdis PSSI

Hal itu untuk memerangi pengaturan skor yang sudah menjadi penyakit kronis sepak bola nasional. Lalu momentum ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar pengaturan skor sampai ke akar.

Baca Juga: Diduga Terlibat Pengaturan Skor, Pelatih dan 5 Pemain Perserang Dipecat 

“Jangan sampai kasus ini menguap begitu saja seperti sebelum-sebelumnya. Match fixing itu candu. Seperti narkoba, ada celah sedikit maka akan berulang. Ini pertaruhan untuk PSSI yang dipimpin mantan polisi,” kata dia.

Manajer Perserang, Babay Karnawi, mengatakan laporan kepada PSSI itu telah sesuai dengan yurisdiksi sepak bola. Laporan itu berdasarkan sejumlah informasi, pengakuan, dan barang bukti yang dimiliki manajemen Perserang.

Babay menambahkan pelaporan itu untuk meminta Badan Yudisial PSSI menindak tegas seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pengaturan skor itu.

Baca Juga: Dibungkam Australia, Timnas U-23 Jangan Kendur, Balas di Leg Kedua

“Sebagai anggota, kami melaporkan agar PSSI melindungi klub, pemain, pelatih, dan ofisial Liga 2 dari praktik seperti ini. Tentunya dengan memperketat pengawasan dalam yurisdiksi sepakbola di Liga 2,” kata Jibay.

Load More