Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 29 Oktober 2021 | 18:13 WIB
Ilustrasi bola dan gawang. Setiap pertandingan resmi PSSI selalu ada satgas mafia bola, namun ternyata tetap ada praktik pengaturan skor. (Shutterstock)

Pernyataan Manajer Tim Perserang itu langsung dibantah Putut Widjanarko. Mantan Pelatih Perserang, Putut Widjanarko, meninggalkan Perserang Serang dengan alasan performa buruk tim selama mengarungi Liga 2.

Putut mengatakan tidak dipecat oleh Manajemen Perserang namun mengundurkan diri dari Perserang. Ia memastikan pengunduran diri itu tidak terkait dengan isu praktik pengaturan skor yang melibatkan lima pemain Perserang.

“Saya mundur karena hasil kurang maksimal di dua laga terakhir, bukan karena saya ikut dalam pengaturan skor,” kata dia.

Namun ia mengetahui tentang dugaan praktik pengaturan skor itu dilakukan oleh anak asuhnya itu. Informasi itu diperoleh sesaat sebelum pertandingan pada putaran pertama kontra Badak Lampung FC.

Baca Juga: Tamu VIP Masuk Ruang Ganti, Persija Dijatuhi Sanksi Komdis PSSI

“Memang saya mendapat informasi ini (dugaan pengaturan skor) dari salah satu pemain. Tetapi info ini saya keep karena saya berpikir sebagai pelatih saat itu kami harus fokus lawan Badak Lampung dan tidak mau terjadi kericuhan dalam tim,” kata Putut.

Ia mengatakan ternyata sikapnya itu dianggap salah oleh manajemen. Putut dianggap menutupi hal buruk yang menimpa tim.

“Saya tahu info itu beberapa hari sebelum lawan Badak Lampung. Tetapi ternyata pemain sudah mulai bermain curang sejak lawan RANS Cilegon FC,” kata Putut dalam keterangannya.

Load More