SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Magelang, Muchammad Nur Aziz, menyayangkan pelanggaran keras terhadap gelandang PPSM Sakti Magelang, Santino Berti. Berti saat ini dirawat di RSUD Tidar Magelang.
Santino Berti cedera setelah lehernya terinjak pemain Persak Kebumen, Tri Hartanto pada laga perdana PPSM Magelang Vs Persak Kebumen di Stadion dr Moch Soebroto, Kota Magelang, Senin (1/11/2021).
Kaki pemain Persak Kebumen, Tri Hartanto terlihat menginjak leher gelandang PPSM Magelang, Santino Berti hingga terkapar pada menit ke-86.
Nur Aziz mengaku sedih pemainnya didera pelanggaran keras. “Saya sedih. Lha wong permainan sepak bola ini kan untuk sportivitas, tapi kok ya ada kejadian itu,” kata Nur Aziz saat menjenguk Santino Berti, Selasa (2/11/2021).
Nur Aziz berharap tindakan pemain Persak Kebumen itu tidak berniat untuk mencederai Berti. Semoga Berti segera pulih dan dapat kembali membela PPSM Magelang di Liga 3 Jawa Tengah.
“Mudah-mudahan tidak disengaja walaupun kita tidak tahu. Dalam sepak bola namanya kecelakaan itu pasti ada. Semoga Berti segera sembuh dan semuanya harus sabar.”
Kapolres Magelang Kota, AKBP Asep Mauludin meminta suporter PPSM bijak menyikapi insiden ini. Dia mengimbau semua pihak tidak terpancing tindakan yang mengarah pada kekerasan.
“Tetap jaga situasi kondusi wilayah agar pergelaran sepakbola Liga 3 di Kota Magelang ini sukses, aman, dan lancar. Ini akan menjadi prestasi tersendiri bagi Kota Magelang,” kata AKBP Asep.
Ketua PSSI Askot Magelang, Joko Budiyono, meminta insiden pelanggaran terhadap pemain PPSM Magelang, Santino Berti tidak terlalu dipermasalahkan.
Baca Juga: Militer Myanmar Berkumpul di Daerah Bergejolak, PBB Khawatir Akan Ada Bencana HAM Baru
Joko yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang berharap Liga 3 Jateng terus berjalan dan menumbuhkan semangat olahraga.
“Hanya ada insiden kecil ini tidak usah terlalu dipermasalahkan. Ini biasa di dalam permainan bola sehingga nanti kita harapkan Liga 3 tetap bisa jalan,” ujar Joko.
Joko Budiyono mengatakan standar keamanan pertandingan Liga 3 Jateng di Kota Magelang setara dengan keamanan Liga 1. “Di Magelang nggak ada kekhawatiran rusuh. Efek permainan yang sedikit keras tapi akhirnya baik,” katanya.
Pelanggaran yang dilakukan pemain Persak Kebumen, Tri Hartanto membuat Berti harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Ironisnya, wasit yang memimpin laga tersebut, Doma Saputra, hanya memberi kartu kuning kepada Tri Hartanto.
Insiden ini memicu protes keras kubu PPSM yang kemudian menarik pasukannya dari lapangan.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian