SuaraJawaTengah.id - Tak disadari oleh sebagian orang, penduduk di pulau Jawa ternyata paling padat di Indonesia. Lebih dari 50 persen populasi di Indonesia hidup di pulau ini.
Kapadatan penduduk tersebut tentu saja berpengaruh kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi di pulau Jawa.
Menyadur dari Solopos.com, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui hasil sensus penduduk pada 2020 lalu, jumlah populasi Indonesia berkisar 270,2 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak lebih dari 151 juta jiwa atau 56,1 persen penduduk tinggal di pulau Jawa.
Hal ini membuat pulau Jawa tercatat sebagai pulau dengan penduduk terbesar di Indonesia dan dunia dengan luas wilayah sekitar 128.297 km2.
Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya populasi di pulau Jawa ini di antaranya adalah pusat pemerintahan ada di Pulau Jawa sehingga secara otomatis pulau ini mendapatkan dampak signifikan paling terdepan dari program pengembangan yang diadakan pemerintah.
Hal ini terwujud dalam banyaknya area-area industri yang dibangun dan berkembang pesat, hingga sarana prasarana lengkap. Selain itu, karena banyak terdapat gunung api menyebabkan tanah di pulau Jawa subur dan cocok untuk bercocok tanam.
Di Jawa Tengah, jumlah penduduk mencapai 34,7 juta dengan luas wilayah sebesar 3,25 juta hektar (Ha) atau sekitar 25,04 persen dari luas pulau Jawa keseluruhan dan 1,70 persen dari luas wilayah Indonesia. Dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Jawa Tengah terus mengalami peningkatan, yaitu sekitar 4,1 juta jiwa per 10 tahun atau 400.000 jiwa setiap tahunnya.
Pada 2014, BPS mencatat bahwa kepadatan provinsi di Jawa Tengah berada di posisi kelima setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan DI. Yogyakarta dengan jumlah 1022 jiwa per km2. Sebagaimana disebutkan bahwa banyaknya daya tarik pulau Jawa sehingga menjadi pulau terpadat di Indonesia, salah satunya berupa sarana prasarana yang lengkap, Jawa Tengah bisa dikatakan memiliki sarana prasarana yang lengkap.
Fasilitas di Jawa Tengah Lengkap dan Banyak Area Industri Tumbuh
Baca Juga: Penangkaran Burung Branjangan di Karawang
Dilansir dari Jatengprov.go.id, Senin (29/11/2021), Jawa Tengah memiliki fasilitas berupa penddidikan yang lengkap, mulai dari sekolah, universitas, hingga lembaga-lembaga pelatihan. Jawa Tengah juga memiliki sekolah bertaraf internasional yang tersebar di berbagai wilayah.
Sekolah bertaraf internasional tersebut terdriri dari 11 Sekolah Dasar Internasional, 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Internasional) dan 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) Internasional.
Selain sekolah, fasilitas umum lainnya yang dapat menunjuang kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada adalah fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit nasional dan rumah sakit internasional. Untuk rumah sakit nasional sendiri terbagi menjadi beberapa, yaitu rumah sakit umum sejumlah 239 unit, kemudian rumah sakit khusus sejumlah 50 unit, rumah sakit bersalin sejumlah 32 unit, dan juga fasilitas kesehatan lainnya seperti klinik pengobatan sejumlah 1.166.
Sementara itu terdapat 4 rumah sakit internasional di Jawa Tengah yang terletak di kota Semarang, kota Surakarta, dan kabupaten Banyumas.
Jawa Tengah juga sering dianggap sebagai jantung budaya Jawa yang terlihat melalui karakter masyarakatnya yang cenderung sopan, sederhana dan rajin. Hal ini juga menarik banyaknya investor asing untuk menanamkan modal di Jawa Tengah sehingga terlihat banyaknya area industri yang berkembang sehingga secara otomatis juga memperbayak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Jawa Tengah Memiliki Tanah Subur Dengan Cuaca yang Mendukung
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal
-
Hutan Rapat dan Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet