SuaraJawaTengah.id - Banjir lahar hujan Merapi menerjang lokasi proyek pembangunan sabodam Kali Senowo di Dusun Sentong, Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Darurat Bencana Kecamatan Dukun, Yudo Wasito melaporkan, banjir terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. “Masih aman. Sudah saya himbau para pekerja jangan beraktifitas di bawah (aliran sungai),” kata Yudo, Rabu (1/12/2021) malam.
Menurut Yudo, banjir tertahan di aliran Kali Senowo bagian atas sehingga dampaknya tidak terlalu parah. Meski demikian, shelter pekerja dan sedikitnya 5 truk pengaduk beton diterjang banjir.
Kejadian banjir lahar hujan di proyek pembangunan sabodam Kali Senowo beredar di media sosial. Dalam rekaman video berdurasi 30 detik itu tampak aliran banjir berwarna kecoklatan menerjang kendaraan proyek.
Baca Juga: Ini Kata Masyarakat Adat Soal Bencana Banjir di Kalimantan
Menurut Yudo banjir tidak terlalu berdampak pada aliran Kali Senowo secara keseluruhan. “Itu di Kali Senowo yang atas. Banjir tidak sampai ke bawah. Hanya kecil saja. Mungkin habis di area atas,” ujar Yudo.
Intensitas hujan yang meningkat di puncak Merapi menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap. Hujan di puncak Merapi terjadi pukul 14.44 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Stasiun pemantau cuaca Merapi di Pasar Bubar mencatat, curah hujan mencapai 49 milimeter. Intensitas hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama di puncak Merapi, berpotensi menyebabkan banjir lahar hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang mengimbau warga tidak beraktifitas di aliran sungai jika hujan lebat terjadi di hulu sungai. “Himbauan kalau terjadi banjir, jangan beraktifitas di aliran sungai.”
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, 1 Desember 2021 mengeluarkan peringatan dini cuaca di Jawa Tengah. Hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi antara lain di Kabupaten Magelang, Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung.
Baca Juga: Dimakamkan Prokes, Muarif Korban Dukun Pengganda Uang di Magelang Dikira Meninggal Covid
Hujan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat dan angin kencang. Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Pemerintah Bentuk Tim Mitigasi, Cegah Banjir Besar Jabodetabek dan Cianjur Terulang
-
3 Jalur Alternatif Mudik ke Magelang Tanpa Macet dari Semarang, Jogja dan Purwokerto
-
Koar-koar Efisiensi, Mendagri Tito Sebut Dana Retret Rp13 M Bentuk Investasi: Kalau Gak Efisien Kasihan Rakyat
-
Retret Magelang Dilaporkan ke KPK, Mendagri Tito soal PT Lembah Tidar: Kami Tak Peduli Siapa Pemiliknya, Terpenting...
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara