SuaraJawaTengah.id - Pandemi membuat Khafidz (25) warga Keamatan Mijen, Kota Semarang berfikir kreatif. Mencari pekerjaan ketika pandemi cukup sulit, itulah yang dirasakan olehnya. Namun, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan itula yang dia alami saat ini.
Kini dia menekuni bisnis tanaman hidroponik sejak pandemi. Dengan modal awal Rp2 juta, dia bisa memanfaatkan lahan keluarga untuk produksi tanaman hidroponik.
Dari hasil jualan tanaman hidropnik itu, dia bisa untuk belasan juta rupiah setiap bulannya. Tanaman hidroponik yang dia tanam cukup berhasil, hal itu membuat banyak warga membeli tanaman di tempatnya.
"Dalamm satu bulan bisa untung Rp 11 jutaan," jelasnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (3/12/2021).
Selain mendapatkan cuan yang melimpah di usia muda, orang tua Khafidz juga bangga karena pekerjaan yang dia tekuni mempunyai jurusan yang sama ketika kuliah. Orang tuanya merasa tak sia-sia menyekolahkannya di jurusan pertanian.
"Saya kan sarjana pertanian juga," katanya menambahkan.
Dengan sistem hidroponik menurutnya sangat bagus untuk menjamin kualitas sayuran. Apalagi tidak membutuhkan lahan yang sangat luas, hanya beberapa meter saja mampu menampung beberapa kilogram sayuran.
"Awalnya menggunakan meja etalase yang saya taruh di atas rumah," katanya.
Dirasa mempunyai laba yang cukup banyak, dia berinisiatif untuk membuat greenhouse, karena menurutnya dengan system greenhouse kualitas sayuran akan lebih optimal. Meskipun biaya pembuatan greenhouse tak sedikit yaitu sekitar Rp 30 juta.
Baca Juga: Kisah Pak Bhabin di Semarang, Rela Jemput hingga Gendong Lansia untuk Ikuti Vaksinasi
“Pembuatan greenhouse awal sendiri membutuhkan biaya Rp 30 juta dibangun dari hasil penjualan sebelumnya,” ujarnya.
Karena pandemi, membuatnya berfikir kreatif untuk menjual produk tanamannya melalui online. Selain itu, dia juga mengaku sudah memiliki pelanggan untuk mengambil tanaman ketika panen.
"Untuk panen sayuran selada, membutuhkan waktu 6 minggu," katanya.
Beberapa tanaman yang sudah berhasil dibudidayakan seperti cabe, terong, tomat, dan kangkung. Saat ini, luas lahan hidroponik miliknya sekitar 2000 meter persegi.
"Saya ingin berbagi pengalaman tentang pertanian," imbuhnya.
Salah satu pengunjung, Adi Mungkas mengaku tertarik dengan tanaman hidroponik yang dutanam oleh Khafid. Selain membeli sayuran, dia juga sekaligus ingin belajar soal bisnis hidroponik dengan Khafidz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja