SuaraJawaTengah.id - Saat ini media sosial tengah digegerkan dengan peristiwa bunuh diri seorang mahasiswi cantik Universitas Brawijaya Novia Widiyasari (NW).
NW ditemukan meninggal dunia di depan makam ayahnya yang berlokasi di Tempat Pemakaman Islam ( TPI) Dusun Sugihan Desa Japan Kecamatan Sooko, Mojokerto pada Kamis ( 2/12/2021).
Diduga NW memilih mengakhiri hidupnya, karena ia depresi menjadi korban pemerkosaan oleh pacarnya. Bahkan ia disuruh untuk menggugurkan kandungannya.
Nama NW sendiri saat ini tengah jadi perbincangn hangat di media sosial. Di twitter namanya sampai trending topik, karena kasusnya yang begitu memilukan.
Lantas bagaimana Islam memandang orang yang memilih bunuh diri untuk lepas dari segala permasalahan maupun beban hidupnya.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya mengatakan bahwa Islam tidak menganjurkan seseorang untuk bunuh diri. Hal itu karena perbuatan tersebut tidak disukai oleh Allah.
"Orang bunuh diri bukan termasuk menyekutukan Allah. Maka ia tetap harus diberlakukan sebagai seorang muslim. Wajib dimandikan, mengkafaninya, menyolatkannya dan menguburkannya dengan baik-baik," ujar Buya Yahya melalui unggahan video di kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Kemudian Buya Yahya memaparkan jika dosa orang yang bunuh sangat besar. Ia bisa saja mati dalam keadaan imannya kepada Allah sudah dihilangkan.
"Dosanya orang bunuh diri bisa jadi memang betul-betul imannya hilang saat itu. Nauzubillah. Artinya gak ada iman, karena gak percaya sama Allah, bisa jadi seperti itu. Akan tetapi bisa jadi disaat dia merasakan sakit dia sudah taubat cuma dia nggak bisa ngelepas lagi, mungkin imannya kembali lagi," jelasnya.
Baca Juga: Prihatin Kasus Mahasiswi Cantik Bunuh Diri, Aktivis Gusdurian Tulis Surat Menyentuh Ini
Meski demikian, ulama berusia 48 tahun ini mengingatkan bahwa bunuh diri bukanlah solusi yang tepat dari permasalahan yang sedang dialami seseorang.
"Jangan main-main deh sama bunuh diri, ditinggal nikah minum minyak tanah. Terus ada orang yang mengakhiri kecapean hidup dengan bunuh diri. Hei setelah mati lebih capek lagi, lebih pedih lagi," ungkap Buya Yahya.
Diakhir videonya, Buya Yahya berpesan kepada masyarakat untuk tidak boleh menggunjing orang-orang yang bunuh diri. Sebab diterima tidaknya amal dan perbuatan orang yang bunuh diri hanyalah Allah yang tau.
"Jangan menggunjing wah dia langsung masuk neraka, tidak diterima doanya. Berarti anda menyakiti yang hidup, karena anda nggak tau hakekatnya. Anda nggak pernah ngomong sama malaikat pencabut nyawanya kok, maka sudahlah kalau ada orang bunuh diri tutup mulut anda,"
"Lebih baik doakan, semoga orang yang bunuh diri termasuk golongan disaat bunuh diri ada kesadaran untuk taubat, lalu menyesali, lalu ingin menghentikan dirinya tapi tak bisa lagi," pungkasnya.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya