SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 13 perguruan silat se Kabupaten Sukoharjo dipanggil jajaran Polres Sukoharjo.
Pemanggilan itu berkaitan dengan menggelar sosialisasi hukum kepada perguruan silat se Kota Makmur..
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Cendana Ball Room Hotel Tosan, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (8/12/2021).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Pasintel Kodim 0726 Sukoharjo Kapten Inf Kusnandar, Kepala Kantor Kesbangpol Gunawan Wibisono, Ketua IPSI Kabupaten Sukoharjo Wiyono, Ketua Koni Kabupaten Sukoharjo Sugkono, serta sesepuh perguruan silat se Kabupaten Sukoharjo.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menuturkan, bahwa tugas pokok Polri dalam UU No 2 tahun 2002 adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dijelaskan Kapolres, keberagaman perguruan pencak silat di Kabupaten Sukoharjo dengan latar belakang yang bermacam - macam sangat berpotensi terjadi konflik komunal yang sangat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.
Dampak dari konflik komunal sangat banyak yang di rugikan, mulai dari jatuhnya korban jiwa, situasi menjadi tidak aman dan mengurangi insvestor yang akan masuk.
Dimana hal itu akan menambah pengangguran serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
"Jadi untuk mencegah terjadinya konflik komunal tersebut, diperlukan langkah-langkah perlunya doktrin dan nilai-nilai yang kuat terkait dengan tumbuh cipta Kamtibmas yang aman dari lingkungan keluarga sekolah hingga komunitas persilatan," ungkap Kapolres.
Baca Juga: Gegara Posting Foto Dengan Atribut Perguruan, Warga Jember Dikeroyok
Dalam setiap komunitas persilatan, lanjut Kapolres, supaya disusun program yang menunjang potensi dan prestasi, baik di tinggkat daerah nasional maupun internasional.
Menerapkan lingkungan persilatan adalah ajang untuk mengasah diri membentuk karakter yang luhur.
"Kemudian juga diperlukannya kerjasama dari semua lini dan semua sektor untuk penanganan konflik komunal," tandasnya.
AKBP Wahyu juga mengimbau, menjelang perayaan natal dan tahun baru masing masing perguruan pencak silat supaya mengkondisikan anggotanya untuk tidak terprovokasi dengan kejadian diluar daerah dan tidak mudah percaya serta menyebarkan berita hoax. Selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan aparat bila ada permasalahan sekecil apapun yang menyebabkan gangguan kamtibmas.
"Kita semua adalah saudara, walaupun berbeda perguruan dan payung organisasi mari bersama sama ciptakan suasana yang nyaman dan aman di wilayah Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.
Sementara itu, pengurus dari perguruan Tapak Suci, Widoyo, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres Sukoharjo ini. “Harapannya kedepan semua perguruan silat dapat bersatu menjalin persaudaraan supaya masyarakat Kabupaten Sukoharjo tidak tercetus kerisuhan,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG
-
Baru Masuk Masa Transisi, TPA Putri Cempo Kembali Terbakar, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Komisi Yudisial Dorong Penguatan Kewenangan dan Kelembagaan dalam Revisi UU KY