Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Kamis, 09 Desember 2021 | 22:00 WIB
Sebanyak 13 perguruan silat se Kabupaten Sukoharjo dipanggil jajaran Polres Sukoharjo. [Humas Polres Sukoharjo]

Menerapkan lingkungan persilatan adalah ajang untuk mengasah diri membentuk karakter yang luhur.

"Kemudian juga diperlukannya kerjasama dari semua lini dan semua sektor untuk penanganan konflik komunal," tandasnya.

AKBP Wahyu juga mengimbau, menjelang perayaan natal dan tahun baru masing masing perguruan pencak silat supaya mengkondisikan anggotanya untuk tidak terprovokasi dengan kejadian diluar daerah dan tidak mudah percaya serta menyebarkan berita hoax. Selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan aparat bila ada permasalahan sekecil apapun yang menyebabkan gangguan kamtibmas.

"Kita semua adalah saudara, walaupun berbeda perguruan dan payung organisasi mari bersama sama ciptakan suasana yang nyaman dan aman di wilayah Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.

Baca Juga: Gegara Posting Foto Dengan Atribut Perguruan, Warga Jember Dikeroyok

Sementara itu, pengurus dari perguruan Tapak Suci, Widoyo, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres Sukoharjo ini. “Harapannya kedepan semua perguruan silat dapat bersatu menjalin persaudaraan supaya masyarakat Kabupaten Sukoharjo tidak tercetus kerisuhan,” jelasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan nota kesepakatan 13 perguruan silat di Kabupaten Sukoharjo untuk menjaga Kamtibmas diwilayah Kabupaten Sukoharjo.

Perguruan silat tersebut meliputi Persinas Asad, Psht P. 16, Psht P. 17, Pstd Pancasila, IKSPI Kera sakti, Hasta Manunggal, Tapak Manunggal, Persaudaraan Rukun SH, Perisai Diri, Tapak Suci, Merpati Putih, Pagar Nusa, dan Satria Piningit.

Load More