SuaraJawaTengah.id - Belakangan ini jagat media sosial digegerkan dengan kejadian belasan santri diperkosa oleh pengasuh Pondok Pesantren di Kota Bandung.
Akibat perbuatan bejat ustaz tersebut, terdapat beberapa santri yang hamil. Bahkan ada yang sudah melahirkan anak.
Kekinian, dikutip dari Suara.com pelaku pemerkosaan kepada belasan santri bernama Herry Wirawan. Rupanya pelaku mengimingi-imingi para santri akan disekolahkan sampai perguruan tinggi supaya mau memuaskan hasrat seksualnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berdasarkan keterangan para saksi atau korban dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Bandung. Awalnya, para korban ditempatkan oleh Herry di sebuah rumah yang dijadikan asrama Pondok Pesantren Manarul Huda.
"Pelaku kemudian membujuk rayu anak didiknya hingga menjanjikan para korban akan disekolahkan sampai tingkat universitas," demikian menurut LPSK melalui keterangan resminya, Jumat (10/12/2021).
Menanggapi peristiwa memilukan dan mencoreng nama baik Pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya turut angka suara. Melalui unggahan video di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.
Bahkan Buya Yahya menyebut pelaku pemerkosaan terhadap belasan santri itu sebagai serigala berbulu domba. Selain itu, ia juga menyebut Herry Wirawan sebagai penjahat karena telah menodai nama pesantren.
"Pelanggaran moral itu, pelanggaran kepada Allah. Guru murid nauzubillah, apalagi seperti itu atas nama Allah, ngumpulin santri, ngumpulin orang-orang, tak tahunya ini penjahat, itulalah serigala berbulu domba," ujar Buya Yahya.
"Kalau serigala beneran ketahuan dia, wah serigala jauh-jauh, kayak domba, berbulu domba, dipikir domba, makan serigala, pagar makan tanaman, penjahat besar," kesalnya.
Baca Juga: Gus Miftah Ngamuk dengan Kelakuan Herry Wirawan, Ganjar Pranowo Ikut Respons
Kemudian Buya Yahya mengajak kepada umat agar merenungi peristiwa memilukan tersebut dengan bijak. Ia mewanti-wanti kepada umat agar bisa mengendalikan nafsu syahwatnya dengan rajin beribadah.
"Cuma kita jangan pandai kita menilai orang, kita cari sebabnya deh. Kemudian setelah diketahui sebabnya, yok kita pahami kepada diri sendiri dan orang terdekat kita. Karena nantinya secara perlahan itu akan masuk wilayah kita," sambungnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengungkapkan jangan percaya kepada fatwa yang memperbolehkan suami istri menonton video porno. Maka dari itu, ia melarang keras siapa pun untuk tidak menonton video porno. Sebab hal itu bisa mempengaruhi hasrat seksual seseorang.
"Jangan percaya dengan fatwa picisan sebagian orang yang mengatakan bahwa boleh menonton video porno untuk suami istri. Ketahuilah dia akan terlatih, di saat sang suami pergi, dia akan melanjutkan menonton sendiri, suami pun juga demikian. Akhirnya tetep saja rusak," jelasnya.
Diakhir video, ulama berusia 48 tahun ini meminta publik untuk tidak berprasangka buruk kepada para pengasuh di Pondok Pesantren. Karena dengan peristiwa tersebut banyak publik yang berkomentar miring soal pesantren.
"Kemudian setelah itu jangan dipukul rata dong. Tidak semua ustaz jahat seperti itu. Ingat kaidah kalau ada orang yang berprasangka buruk, sebetulnya dia sedang berada di wilayah keburukan tersebut," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026
-
Kendal Tornado FC Incar Kemenangan Keempat Beruntun atas Persipura
-
Cari Kerja Tanpa Orang Dalam? Pemprov Jateng Buka 3.000 Lowongan di Job Fair MTQ Nasional
-
Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Ibadah Dunia, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Baru Ini
-
Resmi! UEA Tanam Modal di Jepara, Gubernur Ahmad Luthfi Gercep Kawal Proyek Mini Refinery Rp5 T