- Mantan Exco PSSI Yoyok Sukawi menyatakan rumor penundaan kongres menuntut federasi mengevaluasi pola komunikasinya.
- Pembatalan dan penundaan berbagai agenda resmi sebelumnya membuat masyarakat kritis terhadap informasi PSSI.
- Transparansi dan penjelasan terbuka diperlukan agar federasi mampu memulihkan kredibilitas serta kepercayaan publik.
SuaraJawaTengah.id - Mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi, menilai ramainya isu penundaan Kongres PSSI menjadi alarm bagi federasi untuk mengevaluasi pola komunikasi kepada publik. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar membantah rumor, melainkan membangun kembali kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi.
Yoyok mengatakan, derasnya spekulasi di media sosial tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada masyarakat. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah agenda resmi PSSI yang telah diumumkan justru mengalami penundaan bahkan pembatalan.
Publik Punya Alasan Meragukan
Menurut Yoyok, pengalaman tersebut membuat masyarakat menjadi lebih kritis terhadap setiap informasi yang disampaikan PSSI, termasuk kabar mengenai kemungkinan penundaan Kongres PSSI.
"Dengan ramainya, viralnya berita terkait rumor penundaan kongres PSSI, saya rasa kita dan juga PSSI harus bisa introspeksi diri," kata Yoyok.
Ia mencontohkan, beberapa agenda organisasi, termasuk pemilihan ketua PSSI di tingkat provinsi, sempat mengalami penundaan maupun pembatalan dengan berbagai alasan, mulai dari bencana hingga faktor lainnya.
"Tidak semuanya itu menjadi salah dari netizen ataupun publik karena publik sebelumnya sudah disuguhkan beberapa kejadian ataupun agenda yang awalnya sudah diagendakan dengan baik, sudah tertata dengan baik, tapi dibatalkan atau ditunda," ujarnya.
Transparansi Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan
Yoyok menilai, situasi tersebut membuat publik wajar mempertanyakan setiap kabar yang beredar terkait pelaksanaan Kongres PSSI. Karena itu, ia meminta federasi memberikan penjelasan yang terbuka apabila memang terjadi perubahan agenda.
Baca Juga: Skandal PSSI Jateng Memanas: Johar Lin Eng Diduga Jadi 'Sutradara' Safari Politik Khairul Anwar
"Nah, ini membuat publik jadi bertanya-tanya. Sehingga sekarang wajar kalau publik bertanya lagi untuk kongres pemilihan PSSI pusat, rumornya akan ditunda lagi, pasti akan bertanya-tanya," ucapnya.
Menurut Yoyok, yang paling penting bukan sekadar meredam isu, tetapi memastikan publik memperoleh penjelasan yang jelas mengenai alasan di balik setiap keputusan organisasi.
"Makanya yang terpenting adalah bagaimana PSSI untuk bisa introspeksi diri dan bisa menjelaskan dengan baik kepada publik inti dari permasalahan kenapa kongres ini harus ditunda. Itu yang terpenting," tegasnya.
Pernyataan Yoyok menegaskan bahwa isu penundaan kongres bukan semata persoalan jadwal, melainkan juga menyangkut kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap tata kelola organisasi sepak bola nasional. Ia menilai, komunikasi yang transparan menjadi langkah penting agar setiap kebijakan PSSI tidak lagi memicu spekulasi dan polemik di tengah masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat