- Jokowi meminta kader PSI bekerja keras memperkenalkan partai demi mencapai target besar Pemilu 2029.
- Penguatan struktur partai dari tingkat DPRD hingga desa ditegaskan sebagai kekuatan utama PSI.
- Peningkatan kursi DPRD NTT dari 11 menjadi 34 kursi diapresiasi Jokowi dalam Rakorda Kupang.
SuaraJawaTengah.id - Presiden ke-7 RI, Jokowi meminta seluruh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bekerja lebih keras memperkenalkan partai kepada masyarakat.
Menurut Jokowi, PSI memiliki target besar pada Pemilu 2029. Target PSI bukan sekadar lolos ke Senayan, tetapi ada target lain yang belum ingin diungkap ke publik.
"Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," ujar Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026).
Ia mengatakan PSI telah memiliki kalkulasi untuk menembus parlemen pada Pemilu 2029. Ia pun menilai antusiasme kader dan masyarakat yang memadati Rakorda di Kupang menjadi modal penting bagi partainya.
"Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan? Saat itu di Lampung juga sama banyak seperti ini juga. Apa yang kita khawatirkan," ungkap Jokowi.
Jokowi menegaskan, kekuatan utama PSI tidak hanya terletak pada perolehan kursi legislatif, melainkan juga pada pembentukan struktur partai hingga tingkat desa.
"Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengapresiasi peningkatan perolehan kursi PSI di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyebut pada 2019 PSI hanya memiliki 11 kursi DPRD di NTT, kemudian meningkat menjadi 34 kursi pada Pemilu 2024.
Melihat perkembangan tersebut, Jokowi meyakini NTT akan menjadi basis utama PSI.
Baca Juga: Hadapi Pemilu 2029, DPD Golkar Jateng Mulai Susun Kekuatan di Solo
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Warga Jateng Wajib Tahu! Pemprov Bebaskan Denda Pajak dan Pajak Progresif, Ini Jadwalnya
-
Dana Investor Miliaran Dipersoalkan, Proyek Perumahan Syariah Berujung Laporan Terhadap Oknum Dosen
-
BRI Kian Aktif Dorong Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan Ekosistem Perumahan
-
Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan
-
Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja