SuaraJawaTengah.id - Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru menyebabkan sekolah swasta kehilangan banyak tenaga pengajar. ‘Kiamat’ bagi sekolah swasta kecil.
Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif) Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi mengatakan, rekrutmen PPPK guru berdampak besar bagi sekolah swasta.
SD Islam Al Umar Srumbung misalnya, dari 23 tenaga pengajar, 12 orang diantaranya lolos seleksi PPPK guru. Kegiatan belajar di sekolah ini akan terganggu karena ditinggal oleh separo jumlah guru.
“SMP Ma’arif Grabag itu kepala sekolahnya yang lolos (PPPK). Sekarang disana krisis kepala sekolah. Mencari kepala sekolah untuk swasta bukan pekerjaan gampang,” kata Sugeng Riyadi, Selasa (4/1/2022).
Kepala sekolah selain harus memenuhi syarat memiliki sertifikat pendidik juga wajib memiliki sertifikat kepala sekolah. Sehingga posisi kepala sekolah di SMP Ma’arif Grabag diperkirakan kosong untuk waktu yang belum dapat dipastikan.
Tidak semua sekolah swasta memiliki kapasitas untuk mencari guru pengganti dalam waktu singkat. Para calon guru biasanya kurang berminat mengajar di sekolah swasta kecil.
Apalagi tenaga pengajar yang lolos seleksi PPPK rata-rata guru senior yang sudah mengantongi sertifikasi pendidik.
“Januari ini sudah mulai pembelajaran tatap muka. Otomatis gurunya jadi kurang. Kami rekrutmen, nggak gampang cari orang yang kompeten. Terutama kepala sekolah. Bingung juga saya. Kayak gregesi (meriang),” ujarnya.
Sugeng berharap pemerintah meninjau ulang aturan rekrutmen PPPK guru. Dia mengusulkan untuk guru yang direkrut dari sekolah swasta, penugasan dikembalikan untuk mengajar di sekolah asal.
Baca Juga: Gudang Karoseri New Armada di Magelang Terbakar, Ini Kronologinya
“Andaikan mau diambil, jangan semuanya. Ini kan seperti bencana. Seperti ‘kiamat’ kan yang di Srumbung itu. Dari 20 guru yang lolos PPPK 12 orang. Itu kan 50 persen gurunya,” ucap Sugeng.
LP Ma’arif menjatuhkan sanksi kepada guru yang eksodus ke sekolah negeri. Sebab kebanyakan mereka tidak melapor ke kepala sekolah atau lembaga saat mendaftar seleksi PPPK.
“Di Ma’arif mulai 4 Januari ini sudah (guru PPPK) bukan lagi anggota. Sudah puluhan tahun (mengajar) di situ dari nggak bisa apa-apa, begitu pinter pergi begitu saja," tegas dia.
Sugeng merasa LP Ma’arif hanya dijadikan batu loncatan mencetak guru yang kompeten. Lembaga telah bersusah payah mendidik dan membiayai guru agar memiliki kompetensi pendidik, namun ‘dibajak’ pemerintah begitu saja.
“Kami seperti ‘pusdiklat partikelir’. Sudah pinter, nggak membiayai, langsung diambil,” kata Sugeng.
Lembaga Pendidikan Maa’arif NU Kabupaten Magelang saat ini membawahi 214 madrasah ibtidaiyah, 4 sekolah dasar, 14 SMP dan 46 madrasah tsanawiyah. Sedangkan sekolah menengah atas yang berada di naungan Ma’arif sebanyak 21 SMA.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Kudus Sambut Era Baru Perlindungan Anak Digital: Medsos Dibatasi, Fokus Belajar Jadi Prioritas!
-
Kepala Daerah di Jateng Wajib Siaga, Dilarang Tinggalkan Wilayah Selama Lebaran!
-
10 Tempat Beli Parcel Murah di Semarang untuk Lebaran 1447 H, Ada yang Mulai Puluhan Ribu
-
Promo Superindo Weekday 1012 Maret 2026: 9 Promo Menarik untuk Belanja Hemat di Awal Pekan
-
9 Fakta Kapolsek Kaliwungu Dikeroyok Pemuda saat Patroli Sahur, Dua Pelaku Ditangkap