Bulu-bulu barongsai yang halus misalnya, harus didatangkan dari Jakarta. Harga bulu-bulu itu lebih mahal dari harga kain bahan pakaian atau celana.
Uang pembuatan barongsai diambil dari kas kelompok yang disisihkan dari honor pertunjukan.
Hingga kini, Dimas Sandi Ironi alias Liem Hauw Sian masih rajin menyambangi club barongsai binaannya. Kehilangan kaki kanan akibat kekurangan albumin menahun tidak menyurutkan semangat Sandi mengajarkan kesenian yang dicintainya itu.
Kekurangan albumin dalam waktu lama menyebabkan jaringan pembuluh darah di kaki kanan Sandi mati perlahan. Dimulai dari kebas di kelingking yang menjalar ke jari kaki lainnya.
Baca Juga: Imlekan Nonton Wayang Potehi di Klenteng Tri Dharma Hong Tik Hian Surabaya
Semula Sandi menganggap biasa kebas di kelingkingnya. Setelah kebas tidak mereda selama 3 hari, Sandi baru curiga ada yang tidak beres dengan jari kakinya.
“Warna kelingking berubah lebih merah dibanding jari lainnya. Lama-lama hitam. Lalu jari lainnya juga ikutan memerah dan jadi hitam.”
Setelah dirujuk ke RS dr Sarjito, Sandi divonis kekurangan albumin akut. Kekurangan protein menyumbat aliran darah ke kakinya yang mulai mati rasa sehingga terpaksa diamputasi.
Sejak saat itu, Sandi menggunakan kursi roda dan sepeda motor modifikasi untuk membantu mobilisasi.
Sandi sempat menunjukkan betapa dia masih gesit naik-turun dari motor modifikasi. Mengendarai motor bebek khusus penyandang disabilitas ini, Sandi hampir tiap hari menyambangi pedagang sego kluban langgannya di Pasar Rejowinangun.
Baca Juga: Koleksi Busana Warna Khas Imlek di Uniqlo, Bikin Tahun Baru Terasa Hangat dan Spesial
“Seharusnya saya sudah istirahat. Tapi saya nggak mau kesitu, nanti saya pikun. Kita nggak bisa happy ketemua teman. Otaknya pikun. Saya ingin mengelola (barongsai) terus dengan segala kekuatan dan kemampuan saya.”
Berita Terkait
-
Warna-warni Cap Go Meh Tanjung Selor: Barongsai dan Mobil Hias Memukau Warga
-
Sejarah Cap Go Meh, Tradisi 2000 Tahun dari Ritual Kuno Hingga Festival Lampion
-
Semarak Perayaan Pawai Cap Go Meh di Pecinan Glodok
-
Intip Nasib Shio Ayam, Kerbau, dan Tikus yang Dibilang Gibran Paling Beruntung di 2025, Apa Benar?
-
Meriahkan Penutupan Imlek 2025 Bersama Nasabah di Jakarta, Bank Mandiri Perkuat Layanan dan Inovasi Digital
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara