SuaraJawaTengah.id - Kasus COVID-19 kembali meningkat di beberapa daerah. Beragam upaya untuk mengantisipasi pun dilakukan, termasuk di Kabupaten Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Banyumas, menyiapkan skenario untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 seiring dengan dugaan varian Omicron telah masuk wilayah itu.
"Sampai saat ini, hasil pemeriksaan WGS-nya (Whole Genome Sequencing) belum keluar. Namun kalau dilihat dari hasil pemeriksaan SGTF (S-gene Target Failure), kemungkinan Omicron memang sudah masuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto dikutip dari ANTARA di Purwokerto, Banyumas, Jumat (4/2/2022).
Pihaknya telah mengirimkan 10 sampel untuk dilakukan pemeriksaan SGTF di laboratorium dan hasilnya sembilan sampel di antaranya dinyatakan probable varian Omicron.
SGTF merupakan metode pemeriksaan reaksi berantai polimerase (Polymerase Chain Reaction/PCR) secara spesifik untuk mengidentifikasi kasus suspek atau probable varian Omicron. Dalam hal ini, S-gene salah satu elemen virus yang tidak ada pada varian Omicron akibat mutasi yang dialami.
Jika S-gene tidak terdeteksi kemungkinan besar sampel yang diperiksa merupakan varian Omicron sehingga perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan WGS.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan WGS terhadap sembilan sampel yang probable varian Omicron tersebut," kata Sadiyanto.
Dalam beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan kasus COVID-19 sehingga Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan skenario untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Langkah antisipasinya, pertama, bagi yang bergejala berat akan dirujuk ke rumah sakit dan saat ini ada 10 orang, bagi yang bergejala ringan menjalani isolasi terpusat di Rumah Karantina Baturraden, sedangkan yang tidak bergejala menjalani isolasi mandiri," katanya.
Baca Juga: Dokter Erlina Yakin Sebagian Besar Kasus Infeksi Covid-19 di Indonesia Disebabkan Varian Omicron
Ia mengatakan langkah antisipasi kedua, yakni menggelar gerebek vaksinasi yang menyasar warga lanjut usia dan komorbid karena berisiko tertular COVID-19.
Dia mengatakan gerebek vaksinasi digelar Pemkab Banyumas bersama TNI/Polri dan pihak terkait lainnya ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu.
"Gerebek vaksinasi telah berjalan satu minggu dan diharapkan selesai dalam satu pekan ke depan. Saat ini cakupan vaksinasi bagi lansia telah mencapai kisaran 76 persen dari target 194.112 sasaran," katanya.
Selain itu, pihaknya terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.
Sadiyanto memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen bagi pasien COVID-19 di Banyumas hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau