SuaraJawaTengah.id - Sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus meningkatkan protokol kesehatan di setiap lini kegiatan operasi perusahaan. Salah satunya adalah dengan menghubungkan hasil tes antigen yang dilakukan oleh klinik perusahaan, yaitu Klinik Pratama Pertamina dengan aplikasi monitoring Covid-19 milik pemerintah, PeduliLindungi, mulai Jumat (4/2/2022).
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho mengungkapkan langkah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap pengendalian penyebaran virus Covid-19.
“Aplikasi PeduliLindungi telah menjadi salah satu cara pemerintah mengendalikan penyebaran virus dengan memonitor kondisi kesehatan masyarakat, khusunya seputar Covid-19, seperti vaksinasi, mobilisasi tempat atau fasilitas umum, hingga hasil tes Covid-19 baik berbasis antigen maupun PCR,” imbuh Brasto.
Dengan demikian, menurut Brasto, screening kesehatan pekerja Pertamina Patra Niaga, khususnya yang berada di wilayah operasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga akan langsung termonitor oleh pemerintah.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pemenuhan energi, kami terus beroperasi meskipun dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekalipun, untuk itu screening tes antigen yang selama ini kami jalankan secara rutin dan berkala dapat membantu pemerintah memantau perkembangan kasus Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi,” pungkasnya.
Brasto menambahkan, sebelumnya pihaknya juga sudah mengaktifkan syarat masuk area perkantoran dan unit operasi di Jawa Tengah dan DIY dengan melakukan scanning barcode aplikasi PeduliLindungi.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat protokol Covid-19 sesuai anjuran dan program pemerintah hingga pandemi benar-benar usai,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang