Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 08 Februari 2022 | 18:37 WIB
Adam Deni saat menjadi sidang kasus pengancaman dengan terdakwa Musisi I Gede Ari Astina atau Jerinx SID di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Rumor yang saya dengar itu, jaket yang ia urus kepanitiannya kaya jaket Soedirman itu bermasalah. Uangnya kaya ditilepin gitu," terangnya.

Senang Bercanda

Terkait dengan permasalahan semasa kuliah, rekan satu projek Adam Deni, mengungkapkan dirinya mengetahui secara rinci. Namun dirinya hanya mau menceritakan secara garis besarnya saja.

"Terlepas dari segala keburukannya dia karena sudah terlalu banyak, sebenarnya orangnya enak buat diajak bercanda. Saya mulai mengenal dari tahun 2014," kata mantan rekan satu projeknya yang enggan disebut identitasnya.

Baca Juga: Ibunya jadi Penjamin Penangguhan Penahanan, Bareskrim Masih Pikir-pikir Keluarkan Adam Deni dari Sel Tahanan

Dirinya terlibat bersama dalam satu projek sejak tahun 2016. Namun bukan Adam Deni yang mengajak. Melainkan teman satu kontrakannya.

"Karena teman satu kontrakan saya waktu itu bingung cara jualannya (jaket kampus) kaya gimana nih. Mereka bikin produk, terus bingung cara pemasarannya. Yaudah saya masuk, saya disitu handel semua campaign dan highlight nya. Saya masuk ketika projek itu sudah berjalan," ungkapnya.

Permasalahan dalam projeknya saat itu, menurutnya tidak ada transparansi anggaran. Selain itu, dalam tim yang dikepalai Adam Deni setahunya sudah beres semua.

"Tidak ada transparansi ya, maksudnya uang keluar berapa, uang masuk berapa terus sudah dibayarin vendor atau belum. Kita tahunya timelinenya beres saja, tapi ternyata tahu-tahu ga beres," jelasnya.

Nilai projek yang dipermasalahkan waktu itu terbilang tidak sedikit. Karena angkanya mencapai puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Akhirnya Mau Bantu Jerinx SID di Pengadilan, Begini Kata Dokter Tirta

"Nilai projeknya itu, Rp 150 ribu dikalikan 500 pcs. Awalnya itu lost kontak, tapi karena si vendor yang tempat kita buat jaket ke Purwokerto, kami pikir mau loading barang tapi ternyata nagih duit. Dia posisi sudah ga di Purwokerto, tapi karena ada masalah itu, dia datang ke Purwokerto dan kita regrup lagi gimana caranya menyelesaikan ke vendor. Tapi akhirnya ga selesai juga," ujarnya.

Load More