Eka Tjipta Wijaya kemudian mendirikan PT Sinar Mas Agro yang juga bergerak di bidang minyak goreng kemasan. PT Sinar Mas Agro memproduksi minyak goreng merk Filma untuk menyaingi Bimoli.
PT Sinar Mas Agro saat ini menguasai 138 ribu hektare kebun sawit. Perusahaan ini mengoperasikan 16 pabrik kelapa sawit, 4 pabrik pengolahan inti sawit, 4 pabrik rafinasi.
Praktis, PT Sinar Mas Agro sekarang tidak lagi fokus pada produksi minyak kelapa. Begitu juga dengan pesaingnya PT Sinar Mas Inti Perkasa yang sejak tahun 2003 memangkas 50 persen pembelian kopra dari Sulawesi Utara.
Membuat Minyak Kelapa Sendiri
Murtofiah sedang memarut kelapa di depan tungku kayu di rumahnya di Dusun Tegalombo 2, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Magelang.
Perempuan berusia 45 tahun itu sedang menyiapkan bahan membuat minyak kelapa. “Mau beli minyak itu agak mahal. Kalau pas ada kelapa ya saya bikin minyak sendiri. Kalau sempat waktunya,” kata Murtofiah kepada SuaraJawaTengah.id.
Cara membuat minyak kelapa secara tradisional dipelajari Murtofiah dari ibu dan simbah. Dulu hampir semua perempuan di desanya bisa membuat minyak kelapa.
Ketrampilan membuat minyak kelapa adalah pengetahuan dasar yang wajib dimiliki keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Dulu hampir semua perempuan bisa membuat minyak kelapa. Kan nggak ada yang jual. Jadi ya harus bisa bikin sendiri," ujar dia.
Baca Juga: Bentuk Tim Pengawas, Polres Pringsewu Bakal Tindak Tegas Penimbun Minyak Goreng
Proses membuat minyak kelapa dimulai dari mengupas dan mencukil daging kelapa dari batoknya. Kelapa yang baik digunakan untuk membuat minyak adalah kelapa tua, sudah kering betul, dan berdaging tebal.
Ciri-ciri kelapa yang akan menghasilkan minyak dalam jumlah banyak biasanya sulit dicukil. Kelapa yang kurang tua atau masih basah akan menghasilkan sedikit minyak.
Hari itu Murtofiah menyiapkan 9 butir kelapa yang akan diolah menjadi minyak.
Selesai diparut, kelapa diperas untuk diambil santan kentalnya. Santan kental kemudian dimasak di atas tungku kayu hingga mendidih.
Sambil terus diaduk, sekitar 1 jam setelah santan dimasak mulai terlihat cairan minyak muncul di permukaan. Cairan minyak terpisah dengan apas yang disebut blendo.
“Dari jaman simbah saya mengajari cara membuat minyak kelapa. Daripada kelapanya dijual, mending untuk membuat minyak,” paparnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin