SuaraJawaTengah.id - Polda Jateng memberikan apresiasi atas hasil temuan dan rekomendasi Komnas HAM terkait peristiwa Wadas, Selasa (8/2/2022).
Temuan dan rekomendasi itu disampaikan Komnas HAM dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (24/2/2022) kemarin.
Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyampaikan bahwa Polda Jateng memberikan apresiasi atas evaluasi dan masukan dari Komnas HAM itu.
Terkait sejumlah rekomendasi yang diberikan, Polda Jateng menyatakan akan menjadikannya sebagai bahan anev untuk kegiatan mendatang.
"Terkait temuan Komnas HAM kami amat apresiasi dan sebenarnya telah dilakukan analisa dan evaluasi (anev) dari kegiatan yang telah dilaksanakan di Wadas," kata Kabidhumas, Jumat (25/2/2022).
Serangkaian kegiatan anev tersebut langsung dilakukan Polda Jateng mulai hari Senin (14/2/2022) usai pelaksanaan kegiatan pendampingan di Wadas.
"Polda Jateng saat ini juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang terkait peristiwa Wadas baik saksi maupun yang di duga melakukan pelanggaran serta 1 orang warga masyarakat sebagai saksi," rinci Kabidhumas
Adapun Tim pemeriksa, lanjutnya, dipimpin langsung Irwasda dan Kabidpropam.
"Untuk hasil lengkapnya nanti akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai," tambah Kabidhumas.
Baca Juga: Komanas HAM Ungkap Temuan Soal Wadas, Ada Tindakan Kekerasan Terhadap Warga
Menegaskan tentang jumlah anggota Polda Jateng yang dilibatkan dalam pendampingan di Wadas saat itu , Kabidhumas menyatakan, personil yang dilibatkan berjumlah 250 orang dengan rincian 200 personil berseragam dan 50 personil tidak berseragam.
"Jumlah personil hanya 250 orang dan itu tertulis dalam surat perintah penugasan. Mereka terbagi dalam sepuluh tim. Setelah selesai kegiatan semua sudah ditarik dan kembali sesuai kesatuan awal," imbuhnya.
Sedangkan laporan warga terkait kendaraan yang hilang sejumlah dua sepeda motor termasuk sejumlah telepon seluler, diungkapkannya, semua sudah kembali ke pemiliknya masing-masing.
"Semua kendaraan yang hilang, sudah difasilitasi petugas dan saat ini sudah kembali ke pemiliknya. Sedangkan terkait telepon seluler. Hasil temuan warga ada tiga yang kemudian dititipkan ke petugas. Semuanya sudah dikembalikan ke pemiliknya," ungkapnya.
Kombes Iqbal juga menegaskan bahwa saat ini situasi di Desa Wadas dalam keadaan sejuk dan kondusif. Kehidupan warga telah berjalan normal dan komunikasi antar warga masyarakat mulai terjalin dengan baik.
"Bhabinkamtibmas Polsek dan Babinsa Koramil juga intensif melaksanakan sambang ke warga. Berjalan lancar dan tidak ada hambatan," tambah Kabidhumas.
Menurut Kabidhumas, fokus TNI-Polri saat ini adalah membina keharmonisan warga Wadas melalui sejumlah kegiatan Harkamtibmas.
"TNI-Polri berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa Wadas melalui berbagai kegiatan yang sifatnya humanis," terangnya.
Dirinci lebih lanjut, kegiatan yang bersifat humanis tersebut antara lain berbentuk bakti sosial pemberian bantuan sembako, psikoedukasi, perbaikan tempat ibadah, serta pembuatan sanitasi dan fasilitas umum seperti pembuatan 300 jamban-mck, membangun 5 sumur bor, pembuatan saluran air serta pembuatan tandon air bersih bagi warga wadas.
"Warga yang sakit pun kami perhatikan. Polda Jateng juga sudah melakukan pengobatan massal untuk warga. Sekitar 40 warga ikut dalam kegiatan tersebut. Keluhan kesehatan mereka kita periksa, dan kita beri obat," tandas Kabidhumas.
Diungkapkan, hubungan antar warga masyarakat dan personil keamanan juga cukup harmonis. Sejumlah tokoh masyarakat dan warga langsung mengapresiasi kegiatan TNI-Polri di Wadas tersebut.
Bahkan, tambahnya, petugas Polsek Bener dan Koramil juga dilibatkan bersama Banser setempat ketika warga mengadakan kegiatan Wadas Bersholawat yang diikuti sekitar 400 warga.
"Jadi situasinya betul-betul kondusif dan sudah harmonis," tutupnya.
Berita Terkait
-
Jaringan Predator Seks Anak di NTT: Sosok VK Diduga Jadi 'Makelar' Eks Kapolres Ngada!
-
Update Kasus Kekerasan Seksual Eks Kapolres Ngada: Komnas HAM Ungkap Temuan Baru, Apa Itu?
-
Awasi Kasus 3 Polisi di Lampung Ditembak Mati, Komnas HAM: Perlu Penegakan Hukum Etik dan Pidana
-
Eks Kapolres Ngada Jadi Predator Anak, Komnas HAM Desak Hukuman Berat!
-
Kontroversi PHK 1.040 Pendamping Desa: Tak Ada Larangan Nyaleg, Kok Dipecat?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara