Batik motif MotoGP ini rencana akan dijual dengan harga Rp1 jutaan atau tergantung kerumitan motifnya. Ini bisa dibuat untuk baju, bisa juga buat dekorasi ruangan dan itu tergantung dari pembelinya.
Untuk warna batik dibuat sesuaikan dengan seragam dari pembalap. Jadi ada biru tosca, hitam, merah serta kuning.
"Promosi terus kita lakukan batik motif MotoGP ini, apalagi dibuat oleh disabilitas yang mempunyai kreativitas," sambungnya.
Taufik bersama rekan-rekan disabilitasnya itu biasa membuat batik dengan motif-motif yang berbeda seperti karikatur dan apple. Saat pandemi Covid-19 pun membuat batik motif Covid-19, gambarnya itu virus corona dan itu dikombinasikan dengan motif batik yang ada di Solo.
"Ya, cuma menuangkan ide saja. Iseng-iseng buat motif karikatur juga. Mungkin kedepan ada ide-ide apa kita tuangkan jadi motif batik," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
-
Banyak Dikritik Pebalap Hingga Media Asing, PTPP Yakin Pengaspalan Ulang Sirkuit Mandalika Siap Buat MotoGP
-
The Best 5 Oto: Mobil Listrik Perdana Lexus Hadir di JAW 2022, Suzuki GIXXER SF 250 dan GSX-R150 Tebar Pesona
-
Nonton Langsung MotoGP Mandalika: Kendaraan Diparkir Sesuai Pengarahan, Penonton Diantar Shuttle Bus
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gagal Merantau, Pemuda di Pati Diduga Tega Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Semarang Diguyur Hujan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspadai Cuaca Tak Menentu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perizinan Tambang Transparan, Tambang Ilegal Harus Ditindak
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng