SuaraJawaTengah.id - Warga di wilayah Kabupaten Purbalingga diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi seiring dengan peningkatan curah hujan beberapa hari terakhir.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Umar Faozi.
"Karena masih musim penghujan kami minta masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi mengingat intensitas curah hujan beberapa hari terakhir ini meningkat," kata Umar dikutip dari ANTARA, Jumat (18/3/2022).
Dia menjelaskan, peningkatan curah hujan dikhawatirkan dapat memicu bencana tanah longsor, tanah bergerak, angin kencang, hingga banjir.
"Untuk itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, segera mengungsi jika terjadi hujan deras dengan durasi yang lama, selain itu warga juga perlu melaporkan pada pemerintah desa jika menemukan tanda-tanda awal bencana seperti rekahan tanah, sumber mata air tiba-tiba menjadi keruh dan lain sebagainya," ujar dia.
Selain itu, dia juga meminta pemerintah desa untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka mendukung upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana.
Umar juga menjelaskan, pada saat ini BPBD Purbalingga terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana menyusul kejadian tanah longsor yang terjadi di Desa Darma, Kecamatan Kertanegara, Kamis (17/3) malam.
"Akibat longsor tersebut, satu rumah milik warga mengalami kerusakan yakni tembok bagian dapur jebol karena diterjang longsoran tanah," paparnya.
Tidak lama setelah kejadian tersebut, kata dia, relawan dan tim reaksi cepat BPBD Purbalingga sudah langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi.
Baca Juga: Terinspirasi dari Video Kartun Porno, Oknum Guru SMP di Purbalingga Tega Cabuli 7 Siswinya
"Mereka melakukan evakuasi terhadap warga dan juga melakukan penanganan dini," tegas Umar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia
-
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
-
Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut