Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 22 Maret 2022 | 18:34 WIB
Agus Sumadiyono pawang hujan langganan event organizer acara-acara besar di Kawasan Candi Borobudur. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Agus Sumadiyono menolak anggapan bahwa pawang hujan memiliki kekuatan menentang kehendak alam. Inti seluruh ritual adalah memohon kepada Tuhan agar alam merestui acara yang sedang digelar.

“Yang pertama berdoa kepada Tuhan. Kita minta agar alam semesta itu bisa diajak kompromi. Jadi kalau (menurut) saya, ada langit, air, angin, dan matahari. Empat ini yang kita minta supaya bisa mbuka,” ujar Sumadiyono.

Teknologi terkait cuaca yang dikuasai ilmuwan saat ini baru mampu merekayasa turunnya hujan. Garam NaCl ditaburkan pada kumpulan awan sehingga memicu terjadinya hujan.

Garam menjadi inti kondensasi air yang jika terhimpun dalam jumlah banyak akan menyebabkan turunnya hujan. 

Baca Juga: Mengenal Singing Bowl, Mangkuk Emas Mbak Rara Pawang Hujan yang Viral di MotoGP

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Load More