"Berawal dari pemikiran sederhana bahwa ketika akses ke pimpinan tertinggi atau pusat mengalami hambatan, maka menurut hemat kami berkembangnya suatu wilayah itu akan terhambat. Maka ketika didekatkan akses, regulasi, fasilitasi dan pengambilan keputusan yang cepat menuju ke pusat, mudah-mudahan masalah kemiskinan, terhambatnya pendidikan, tidak majunya suatu wilayah itu akan bisa teratasi," katanya.
Acara ini tentunya bukan untuk bertujuan pengambilan keputusan, sepakat dan tidak sepakat. Hanya saja beberapa kajian dari para akademisi perlu menjadi pertimbangan dilihat dari sisi negatif dan positifnya. Bukan semata-mata kepentingan politis.
"Perkara ada yang setuju dan tidak itu tinjauan masing-masing. Tetapi kami para akademisi memang berpikir lurus bahwa kemajuan barangkali harus diciptakan melalui gagasan-gagasan para akademisi yang komprehensif," tutupnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang
-
BRI Raih Penghargaan Bergengsi Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu