SuaraJawaTengah.id - Selain bubur India dan kopi arab yang menjadi kudapan khas selama Ramadhan di Kota Semarang, ada satu makanan khas yang tak kalah populer.
Adalah petis bumbon yang selalu menjadi buruan masyarakat Kota Atlas untuk menu berbuka puasa.
Petis bumbon merupakan kudapan berbahan dasar telur bebek dan kaya akan rempah. Memiliki cita rasa gurih dan pedas yang akan memanjakan lidah penikmatnya.
Penjual petis bumbon, Istiqomah (63) mengungkapkan rahasia pembuatan petis bumbon terdapat pada bumbu petis.
Serta rempah yang digunakan seperti kunci, daun jeruk wangi, sere, laos dan daun salam untuk memperkuat cita rasa.
"Sekilas memang mirip seperti sambal goreng tapi yang membedakan adanya campuran petis buat bahan bakunya," ungkap Istiqomah kepada SuaraJawaTengah.id, Selasa (5/4/2022).
Istiqomah menceritakan, dirinya merupakan generasi ketiga penjual petis bumbon legendaris dan mendapatkan resep warisan dari sang nenek.
Ia bersama sang kakak, Siti Hamidah meneruskan resep turun temurun petis bumbon untuk berjualan setiap Ramadhan tiba.
"Awalnya yang jual itu si mbah saya, terus ke ibu dan sekarang saya teruskan sama mbak saya" ucapnya.
Menurut Istiqomah, sejak puluhan tahun lalu dari era sang nenek, petis bumbon telah dijajakan di sekitar masjin Kauman atau sepanjang jalan alun-alun Kota Semarang.
"Jualnya juga di tempat ini setiap bulan puasa," katanya.
Istiqomah menuturkan, dalam satu hari ia mampu mengolah 200 butir telur hingga 300 butir telur bebek menjadi petis bumbon. Sementara harga yang dibandrol satu porsi petis bumbon mulai dari Rp10 ribu.
"Sehari itu bikin satu panci ada sekitar 200 telur bebek," imbuhnya.
Seorang pembeli petis bumbon, Mega menuturkan jika melintas di sekitar masjid Kauman, ia selalu menyempatkan untuk membeli. Pasalnya, menurut warga Pudak Patung itu, dia hanya bisa membeli di kala bulan Ramadhan saja.
"Kebetulan orang tua saya itu suka sama petis bumbon, kalau pas lewat sini saya sempatkan untuk beli," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal
-
Semen Gresik Gaungkan Empowering Futures sebagai Landasan Pertumbuhan dan Keberkelanjutan
-
BRI Peduli Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu di Purwodadi
-
7 Fakta Penemuan Pendaki Syafiq Ali Usai 17 Hari Hilang di Gunung Slamet