Menanggapi hal tersebut, menurut Kuncoro, PT Indonesia Power juga sebagai pihak yang terdampak.
Sebab, kejadian tersebut adalah akibat dampak lingkungan hulu yang mempercepat sedimentasi.
"Karena posisi kami ada di tengah, kami juga terdampak, cuma kami yang pegang pintu DAM," ujarnya.
Ia menyebut, laju sedimentasi dari 10 tahun terakhir yang masuk ke waduk Mrica adalah 4,1 juta meter kubik per tahun. Sementara kapasitas pengurasan hanya bisa sampai 500 meter per kubik.
"Kapasitas yang bisa dikuras 500 meter kubik, ditambah pengerukan sekitar 500 sampai 1 juta meter per kubik," terangnya.
Ia menambahkan, kejadian kemarin juga berdampak pada produksi listrik yang sempat dimatikan. Selain itu, kualitas air yang masuk ke turbin juga berpengaruh pada produksi listrik.
"Produksi listrik terganggu karena air yang masuk tidak air murni. Air bercampur lumpur akan mempengaruhi turbin, jadi produksi kami tergantung kondisi air juga,"katanya.
Dalam satu pekan terakhir, banjir lumpur pekat terjadi dua kali yaitu pada Kamis 31 Maret dan Rabu 6 April 2022.
"Pada tanggal 31 Maret pintunya dibuka selama setengah jam karena airnya cepat jernih, hanya 15 menit pertama yang lumpur hitam. Nah yang dua (6/4/2022) lebih dari 1 jam, itu yang menyebabkan perjalanan lumpurnya jauh sampai Banyumas," katanya.
Meski saat ini debit lumpur pekat yang mengalir ke sungai serayu berangsur normal, namun pihaknya tidak dapat memastikan terjadinya guguran sedimentasi susulan.
Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian bersama baik dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi.
"Untuk mengurangi laju sedimentasi butuh dana besar, untuk anggaran penanaman agar tidak mudah longsor dan juga mengembalikan biota sungai," sebutnya.
Ia juga mengungkapkan risiko banjir akan terjadi jika waduk tidak berfungsi pada semestinya.
"Sudah melakukan kerjasama dalam penanggulangan bencana. Kalau waduk ini tidak berfungsi semestinya maka ada wilayah yang akan banjir," tegas dia.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas