SuaraJawaTengah.id - Polda Jawa Tengah memperkirakan 23,5 juta orang masuk wilayah Jateng pada puncak arus mudik 2022. Antisapasi rekayasa lalu lintas dan penambahan rambu sudah dilakukan.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi tanggal 28 dan 29 April 2022.
“Polri melakukan operasi terpusat kalau di Jawa Tengah Ketupat Candi. Intinya menjamin keselamatan masyarakat yang mudik maupun pelaksanaan salat Idul Fitri,” kata Irjen Ahmad Luhfi saat gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (22/4/2022).
Sekitar 11.750 personel Polda Jateng diterjunkan dalam Operasi Ketupat Candi. Sebanyak 1.620 personel TNI diperbantukan untuk mendukung operasi tersebut.
“Ada beberapa kebijakan yang telah kita laksanakan, diantaranya pemberlakukan one way yaitu tanggal 28 untuk arus mudik, tanggal 29 dan 30, terhitung mulai pukul 07.00 WIB. Dari kilometer 40 sampai dengan (pintu tol) Kalikangkung,” kata Kapolda.
Kapolda mengibau warga yang mudik tidak hanya menggunakan jalan tol, sehingga dapat mengurangi kepadatan. Ada 5 jalur utama mudik di Jawa Tengah yang semuanya berkondisi baik untuk dilintasi pemudik.
Jalur selain jalan tol yang bisa digunakan pemudik adalah jalur pantai utara Jawa (Pantura), jalur tengah, jalur selatan dan jalur selatan bagian selatan.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, jalur pantai selatan Jawa kondisinya baik dan aman untuk dilalui.
“Kami merekomendasikan 5 jalur itu untuk dilewati. Dari PUPR kemarin sudah menjelaskan, jalur pansela atau pantai selatan ini sudah cukup bagus. Silakan digunakan jalur itu,” kata Henggar.
Baca Juga: Dukung Arus Mudik, Tol Japek II Selatan Bakal Dioperasikan Secara Fungsional
Selain kelayakan jalan, Dishub Jateng juga menyiapkan rambu petunjuk arah di jalur-jalur alternatif. “Kami sudah siap penambahan rambu-rambu portable di beberapa ruas jalan, utamanya di jalan alternatif,” ujar Henggar.
Henggar Budi Anggora menyebut kondisi jalan di Jateng siap dilalui para pemudik. “Siap digunakan untuk menopang arus mudik dan arus balik. H-10 semua pekerjaan (perbaikan jalan) sudah harus berhenti.”
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara