Budi Arista Romadhoni
Selasa, 10 Mei 2022 | 07:10 WIB
Ilustrasi Uji coba pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Salam, Senin (30/8/2021). [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

SuaraJawaTengah.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) setelah lebaran digelar kembali. Antisipasi penyebaran COVID-19 pun harus dilakukan. 

Anggota Komisi X DPR RI, A.S. Sukawijaya mengimbau kepada pemangku kebijakan pendidikan seperti Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Dinas Pendidikan, dan sekolah-sekolah untuk berhati-hati dalam melaksanakan PTM pasca mudik lebaran hari raya Idulfitri.

Menurut legislator yang kerap disapa Yoyok Sukawi ini, kehati-hatian dalam melaksanakan PTM perlu dilakukan mengingat seumuran anak sekolah belum mendapatkan vaksinasi booster.

“PTM setelah lebaran harus dilakukan secara hati-hati. Stakeholder pendidikan harus memfilter, seperti yang badannya tidak enak jangan dipaksakan untuk datang ke sekolah terlebih dahulu. Demi kaehatan bersama,” ujar Yoyok Sukawi dari keterangan tertulis, Senin (9/5/2022).

“Apalagi anak sekolah belum booster. Ini yang harus jadi catatan. Kemarin saat mudik mobilitas begitu tinggi. Walaupun saat ini semua relatif aman, namun tidak ada salahnya untuk ikhtiar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Sebagaimana diketahui bersama, setelah hari raya Idulfitri selesai, pada Senin (9/5) ini, mayoritas sekolah kembali melaksanakan PTM. Oleh sebab itu, seperti harapan masyarakat semua, Yoyok Sukawi juga ingin PTM kembali berjalan aman, nyaman, dan penuh manfaat untuk siswa-siswi dan guru-guru yang mengajar.

“Semoga semuanya aman dan penuh manfaat PTM setelah lebaran ini yaa. Itu harapan kita semua,” pungkas Yoyok Sukawi.

Load More