SuaraJawaTengah.id - Semua mata saat ini tertuju pada Bilqis Prasista. Atlet bulu tangkis berusia 18 tahun yang mengalahkan pebulu tangkis nomer 1 dunia, Akane Yamaguchi.
Bilqis yang berada di urutan 333 dunia sama sekali tidak dijagokan pada ajang Uber Cup 2022 di Bangkok, Thailand. Diterjunkan sebagai tim lapis kedua, Bilqis malah berhasil membuat kejutan.
Bilqis mengalahkan Akane Yamaguchi 2 set langsung, 21-19 dan 21-19. “Saya sendiri nggak nyangka juga, ya kaget juga,” kata Zelin Resiana, ibunda Bilqis saat ditemui di rumah keluarga besarnya di Dusun Brontokan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Rabu (11/5/2022) malam.
Secara genetis Bilqis dialiri darah bulu tangkis. Sang ibu Zelin Resiana, mantan pebulu tangkis nasional yang pernah 2 kali membela Indonesia pada Piala Uber tahun 1994 dan 1996.
Berbeda dengan Bilqis yang bertanding di partai tunggal, Zelin pebulu tangkis spesialisasi ganda. Dia memenangi China Taipe Open tahun 1993 bersama Denny Kantono.
Di ganda putri, Zelin sering dipasangkan dengan Eliza Nathanael. Pasangan ganda putri ini pernah 2 kali menggondol medali emas Indonesia Open dan medali perak All England tahun 1995 dan 1997.
Empat tahun kemudian, Zelin yang kelahiran Magelang, 9 Juli 1972 menikah dengan Joko Supriyanto, sesama atlet bulu tangkis nasional.
Joko Supriyanto pernah memenangkan piala IBF tahun 1993 melalui drama all Indonesia final melawan rekan senegara Hermawan Susanto. Joko 4 kali berturut-turut memenangkan piala Thomas bersama tim Indonesia tahun 1994, 1996, 1998, dan 2000.
Telah berstatus pasangan suami-istri, Joko Supriyanto dan Zelin Resiana pernah sama-sama bertanding membela Indonesia pada ajang Olimpiade Sedney tahun 2000. Sayang keduanya tersingkir pada pada babak perempat final.
Baca Juga: Abdul Rozak Viral di Twitter usai Bilqis Kalahkan Pebulutangkis Nomor 1 Dunia
Pada 24 Maret 2003, Zelin melahirkan anak kembar Bilqis Prasista dan Bilqis Pratista. “Lahir disini (Magelang). Kebetulan waktu itu (Joko Supriyanto) rutin di pelatnas. Begitu tahu saya hamil kembar, (diputuskan melahirkan) disini. Aman,” kata Zelin.
Setelah proses lahiran, Zelin dan kedua anak kembarnya sempat diboyong kembali ke Jakarta tempat sang ayah sibuk beraktifitas di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Saat anak-anak menginjak usia 3 tahun, Zelin kembali ke Magelang.
“Waktu itu romonya (Joko Supriyanto) memutuskan kalau anak-anak mulai masuk sekolah, lebih baik tidak di Jakarta.”
Jadilah kembar Bilqis bersekolah hingga kelas 2 di SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) di Kota Magelang. Tiap hari Zelin yang mengantar-jemput kedua anaknya.
Bilqis Kecil Dijauhkan dari Bulu Tangkis
Lahir dari pasangan atlet bulu tangkis dunia, ternyata tidak serta merta membuat Bilqis dikenalkan pada raket sejak kecil. Zelin malah mengaku sempat tidak menginginkan anak-anaknya mengikuti jejaknya menjadi atlet.
Zelin lahir dari keluarga pas-pasan di desa. Ayahnya hanya tentara berpangkat rendah.
Menurut Zelin saat itu, satu-satunya jalan keluar dari kesulitan ekonomi adalah menjadi atlet bulu tangkis. Dia merasakan betul perihnya merintis karir, berlatih hingga akhirnya menjadi atlet kelas dunia.
“Saya nggak pingin dia (jadi atlet) badminton. Cukup saya saja. Saya tahu untuk meraih (prestasi) seperti saya, nggak bisa saya ceritakan ya. Saya ninggalin kampung sini sejak kelas 1 SMP masuk Djarum.”
Keputusan Zelin didukung penuh suaminya. Mereka sepakat sama sekali tidak akan mengenalkan apalagi melatih bulu tangkis kepada kedua putri kembar mereka.
“Nggak usah (jadi atlet bulu tangkis). Saya sudah bisa mencukupi anak saya. Motivasi saya jadi pemain itu karena mengangkat derajat orangtua. Saya anak kopral yang sangat biasa banget. Jadi ketika akhirnya itu saya capai, ya sudah cukup. Saya (tidak) akan bikin anak saya seperti saya,” ujar Zelin.
Keputusan itu dipertanyakan Sumeri ayah Zelin. Dia merasa tidak adil jika anak-anak tidak dikenalkan pada olah raga bulu tangkis.
Sumeri mantan pemain bulu tangkis tingkat Kabupaten Magelang. Semua putrinya atlet bulu tangkis, meskipun hanya Zelin yang bisa menjadi atlet nasional.
“Yakin anakmu nggak dikenali badminton? Nggak pak. Bapak saya nggak terima. Pulang sekolah anak saya diajarin (badminton) di depan rumah sini,” kata Zelin.
Bakat Tak Terbendung
Sumeri yang pertama kali membuat Bilqis memegang raket. Dia mengikat shutlecock di langit-langit teras dan meminta Bilqis untuk memukulnya.
Pukulan pertama Bilqis Prasista ternyata tidak luput. Padahal sebelumnya dia sama sekali belum pernah memukul cock raket.
Sumeri kaget dan semakin semangat mengajak cucunya bermain bulu tangkis. Zelin dan Joko Supriyanto akhirnya luluh dan setuju memasukkan Bilqis ke club bulu tangkis di Solo.
“Lama di Jakarta, kami belum begitu kenal club bulu tangkis di Magelang. Kami tahunya belajar badminton ya di Solo. Kebetulan suami saya orang Solo.”
Selepas kelas 2 SD, Bilqis pindah ke Solo. Kebetulan ayah Joko Supriyanto mendirikan klub badminton “Purnama” di Solo. Tapi karena Bilqis kembali sekolah full, tidak banyak waktunya untuk berlatih bulu tangkis.
Hanya 2 tahun Zelin dan kedua anaknya tinggal di Solo. Mereka kembali ke Magelang setelah Sumeri meninggal dan Bilqis melanjutkan latihan badminton kepada beberapa orang secara privat.
Setelah lulus ujian kelas 6 sekolah dasar, Bilqis Prasista memutuskan ikut audisi PB Djarum Kudus. “Alhamdulillah nggak diterima. Tapi karena niat banget, bilang ke romo-nya (Joko Supriyanto) mau serius badminton. Sejak itu ikut bapaknya (ke Jakarta), mulai dilatih intens. Sekolah home schooling.”
Bilqis Prasista mulai mengikuti beberapa kejuaraan tingkat nasional. Bakatnya mulai dilirik pelatih dan pengurus PB Djarum Kudus.
Beberapa kawan Joko dan Zelin yang melatih di Djarum Kudus meminta Bilqis masuk ke klub bulu tangkis tersebut. Kelas 1 SMA, Bilqis akhirnya masuk PB Djarum.
Baru 2 tahun berlatih di PB Djarum, Bilqis Prasista dipanggil masuk program pelatihan nasional (pelatnas). “Saat menang dari Akane Yamaguchi, saya bilang kamu luar biasa. Hebat. Sebenarnya kamu punya kemampuan seperti ini.”
Sebagai mantan atlet, Zelin bisa menilai kualitas permainan anaknya. Bilqis punya teknik bermain yang bagus, sama seperti ayahnya. “Main yang sebelum ini (Bilqis) belum punya kepercayaan diri. Semoga kemenangan ini menjadi modal besar (kepercayaan diri) kedepan. Teknis bagus kayak Pak Joko.”
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Pendidikan Fajar Alfian, Pebulu Tangkis Diduga Body Shaming ke Ibu-ibu Pendemo
-
Terhenti di Perempat Final All England, Gregoria Mariska: Saya Kesulitan Mengimbangi Lawan
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
Hendra Setiawan Siap Debut di All England 2025, Jadi Pelatih Sabar/Reza
-
100 Hari Masa Kerja PBSI 2024-2028 Disorot: Prestasi Gersang, Kapan Program Komunitas Berjalan?
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara
-
Wapres Gibran Mudik, Langsung Gercep Tampung Aspirasi Warga Solo!
-
Tragedi Pohon Tumbang di Alun-Alun Pemalang: Tiga Jamaah Salat Id Meninggal, Belasan Terluka