SuaraJawaTengah.id - Kasus PMK di Banjarnegara makin meningkat. Sebanyak 9 pasar hewan ditutup hingga hewan ternak disembelih paksa.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menutup semua pasar hewan yang ada di Banjarnegara mulai Senin (16/5/2022) lalu hingga 2x14 hari mendatang.
Upaya ini dilakukan menyusul ditemukannya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Banjarnegara.
Penutupan pasar dilakukan setelah ditemukan kasus PMK yang menyerang hewan ternak di Banjarnegara.
“Ini untuk meminimalisir penularan penyakit PMK di Banjarnegara. Hal ini mengingat saat ini sudah ditemukan kasus PMK pada hewan ternak sapi di Banjarnegara,” ungkap Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin, Rabu (18/5/2022).
Sebelumnya Syamsudin menyebut, berdasarkan data sementara dari pemeriksaan di dua kecamatan di Banjarnegara terdapat 14 ekor sapi positif terjangkit PMK.
Saat ini, data tersebut sudah mengalami kenaikan menjadi 26 kasus per Rabu (18/5/2022).
Sedangkan sebanyak 126 ekor sapi lainnya sudah terindikasi atau suspek PMK.
“Ada 14 ekor sapi yang positif terjangkit PMK di dua kecamatan. Yakni di Kecamatan Banjarnegara dan Wanadadi. Hasilnya sudah keluar. Sedangkan masih ada 126 ekor sapi yang suspek, dan hasil pemeriksaan belum keluar,” sebutnya.
Baca Juga: Ini Isi Surat Edaran Pemkot Bekasi untuk Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan
Dengan penutupan pasar hewan sementara ini, banyak peternak yang mengeluh karena kesulitan menjual sapi.
"Ya otomatis jadi susah buat usaha, terpaksa harus balik lagi.Kalau sapi-sapi saya kondisinya sehat. Tidak ada indikasi PMK," ungkap Sidik, salah satu peternak sapi asal Purbalingga.
Ia berharap pasar hewan segera dibuka kembali sehingga peternak tak kesulitan lagi.
“Harapan kami segera dibuka kembali. Ini kan untuk usaha,” ujar Sidik.
Selain dilakukan penutupan, sejumlah sapi di Banjarnegara juga terpaksa disembelih karena terjangkit PMK.
Fahrudin, salah satu peternak sapi di Banjarnegara, mengatakan terpaksa memotong dua ekor sapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar
-
Kucurkan Rp10 Miliar untuk Solusi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul Hybrid di Demak
-
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia