Sebab, kondisi kesehatan dua sapi tersebut terus menurun usai terjangkit PMK. Kedua kuku sapi sudah mengelupas hingga tidak bisa berdiri lagi.
“Ada dua ekor sapi yang disembelih karena kukunya sudah mengelupas dan tidak bisa berdiri. Kondisi kesehatan sapi juga terus menurun,” paparnya.
Fahrudin menuturkan, penyembelihan paksa dilakukan untuk mengurangi kerugian yang lebih besar. Terlebih, dua ekor sapi yang dipotong paksa tersebut memiliki berat mencapai 7 kwintal per ekor.
“Sapinya masih mau makan, tapi karena sapinya besar takutnya ruginya lebih banyak. Soalnya satu ekor sapi beratnya sekitar 7 kwintal,” sebutnya.
Usai disembelih, Fahrudin hanya menjual bagian daging sapinya saja. Sementara untuk bagian kepala, tulang dan jeroan sapi dikubur.
“Dagingnya dijual. Terus bagian kepala, tulang dan jeroan dikubur. Dan proses penyembelihannya juga diawasi dokter hewan dari dinas,” terangnya.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Totok Setya Winarno menjelaskan, pemotongan sapi yang terjangkit PMK harus dilakukan di dalam kandang dan harus didampingi oleh dokter hewan.
“Sapi yang terjangkit PMK boleh dipotong, asalkan dilakukan di kandang dan dalam pengawasan dokter hewan,” kata dia.
Ia juga menegaskan, daging sapi yang terjangkit PMK tetap bisa dikonsumsi dan aman. Namun, untuk bagian tulang, jeroan, area mulut dan kaki dilarang dikonsumsi.
Baca Juga: Ini Isi Surat Edaran Pemkot Bekasi untuk Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan
“Kalau dagingnya masih bisa dikonsumsi. Tapi kalau tulang, jeroan dan area mulut dan kaki jangan dikonsumsi,” pungkasnya.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar
-
Kucurkan Rp10 Miliar untuk Solusi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul Hybrid di Demak
-
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia