SuaraJawaTengah.id - Liga Champions menjadi kompetisi paling bergengsi di benua Eropa. Klub-klub besar bersaing memperebutkan trofi tersebut.
Bisa menjuarai Liga Champions, ataupun kompetisi pendahulunya Piala Champions, bukanlah perkara gampang yang dapat dilakukan oleh sembarang pelatih.
Carlo Ancelotti akhirnya membuktikan statusnya sebagai pelatih tersukses Eropa, setelah membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions 2021-22.
Real Madrid sukses mengalahkan Liverpool 1-0 berkat gol semata wayang Vinicius Junior dalam partai final di Stade de France, Paris, Prancis, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB).
Itu menjadi kali keempat pelatih berjuluk Don Carletto tersebut mengantarkan tim yang ditanganinya menjuarai Liga Champions setelah AC Milan pada 2003 dan 2007, serta Real Madrid pada 2014.
Ancelotti praktis menjadi pelatih pertama yang pernah menjuarai Liga Champions sebanyak empat kali dalam sejarah, menguasai posisi puncak daftar pelatih jawara kompetisi itu setelah sebelumnya berbagi tempat dengan manajer legendaris Liverpool Bob Paisley dan mantan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane.
Berikut daftar pelatih yang pernah menjuarai Liga Champions:
4 - Carlo Ancelotti (2003 & 2007 - AC Milan; 2014 & 2022 - Real Madrid)
3 - Bob Paisley (1977, 1978 & 1981 - Liverpool); Zinedine Zidane (2016, 2017 & 2018 - Real Madrid)
Baca Juga: Final Liga Champions: Berikut Susunan Pemain Liverpool vs Real Madrid
2 - Jose Villalonga (1956 & 1957 - Real Madrid); Luis Carniglia (1958 & 1959 - Real Madrid); Bela Guttmann (1961 & 1962 - Benfica); Helenio Herrera (1964 & 1965 - Inter Milan); Miguel Munoz (1960 & 1955 - Real Madrid); Nereo Rocco (1963 & 1969 - AC Milan); Stefan Kovacs (1972 & 1973 - Ajax); Dettmar Cramer (1975 & 1976 - Bayern Muenchen); Brian Clough (1979 & 1980 - Nottingham Forest); Ernst Happel (1970 - Feyenoord; 1983 - Hamburg SV); Arrigo Sacchi (1989 & 1990 - AC Milan); Ottmaz Hitzfield (1997 - Borussia Dortmund; 2001 - Bayern Muenchen); Vicente del Bosque (2000 & 2002 - Real Madrid); Alex Ferguson (1999 & 2008 - Manchester United); Jose Mourinho (2004 - Porto; 2010 - Inter Milan); Pep Guardiola (2009 & 2011 - Barcelona); Jupp Heynckes (1998 - Real Madrid; 2013 - Bayern Muenchen)
1 - Jock Stein (1967 - Celtic); Matt Busby (1968 - Manchester United); Rinus Michels (1971 - Ajax); Udo Lattek (1974 - Bayern Muenchen); Tony Barton (1982 - Aston Villa); Joe Fagan (1984 - Liverpool); Giovanni Trapattoni (1985 - Juventus); Emerich Jenei (1986 - Steaua Bucharest); Artur Jorge (1987 - Porto); Guus Hiddink (1988 - PSV Eindhoven); Ljupko Petroic (1991 - Red Star Belgrade); Johan Cruijff (1992 - Barcelona): Raymond Goethals (1993 - Marseille); Fabio Capello (1994 - AC Milan); Louis van Gaal (1995 - Ajax); Marcello Lippi (1996 - Juventus); Rafa Benitez (2005 - Liverpool); Frank Rijkaard (2006 - Barcelona); Roberto Di Matteo (2012 - Chelsea); Luis Enrique (2015 - Barcelona); Juergen Klopp (2019 - Liverpool); Hansi Flick (2020 - Bayern Muenchen); Thomas Tuchel (2021 - Chelsea)
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris