SuaraJawaTengah.id - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Rio Dhani Laksana mengatakan masyarakat perlu berhemat dan menabung serta mengutamakan belanja yang produktif dengan skala prioritas.
Hal itu untuk menyikapi kenaikan harga energi dan bahan pangan yang kian melambung belakangan ini. Berhemat dan menabung menjadi langkah yang bijak saat kondisi saat ini.
"Masyarakat memang perlu berhemat dan menabung sebagai salah satu kepekaan sebagai respons dari kenaikan harga energi dan bahan pangan di dunia," katanya Rio dikutip dari ANTARA di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (30/5/2022).
Rio Dhani yang merupakan Kepala Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed itu menambahkan, cara hidup hemat dan gemar menabung perlu diterapkan oleh setiap orang di dalam kondisi apapun.
"Karena dengan hidup berhemat maka setiap kebutuhan sehari-hari tentu dapat tercukupi dengan baik. Tidak hanya itu, dengan menghemat maka akan bisa lebih mudah menyisihkan uang untuk ditabung," katanya.
Uang tabungan yang berhasil disisihkan, tambah dia, bisa menjadi dana cadangan jika sewaktu-waktu harus mengeluarkan biaya tidak terduga.
"Ketersediaan uang tunai atau tabungan, sangatlah penting terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, bahkan hingga nantinya pascapandemi COVID-19, hal ini sangat penting dan perlu menjadi perhatian semua pihak," katanya.
Menurut pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed itu, dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini masih terdapat risiko atau peristiwa tak terduga yang berpotensi terjadi di tengah masyarakat.
"Karena itu untuk meningkatkan kepekaan di tengah kondisi ekonomi yang sempat terdampak pandemi COVID-19 serta untuk meningkatkan 'sense of crisis' maka berhemat dan menabung itu sangat penting mengingat pada saat ini masih berpotensi terjadi gejolak situasi ekonomi yang dipengaruhi situasi politik global," katanya.
Baca Juga: Umat Islam Dunia Rayakan Idulfitri dengan Kegembiraan dan Kecemasan
Kepekaan tersebut, tambah dia, dibutuhkan agar masing-masing individu memiliki perencanaan yang baik dan memiliki skenario yang baik dalam menghadapi situasi yang tidak pasti.
"Kepekaan individu diperlukan di tengah upaya pemerintah yang terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi, melindungi daya beli masyarakat dan menjaga kebijakan fiskal," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya