Telur yang pertama kali dievakuasi, diprediksi akan menetas pada tanggal 25 Juni esok, lalu yang kedua pada awal Bulan Juli dan yang ditemukan terakhir akan menetas pada akhir Bulan Juli.
Saat ini selain terdampak pencemaran Sungai Serayu, bibir Pantai Wagir Indah juga banyak ditemukan sampah plastik. Jumawan berharap, masyarakat juga terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan. Minimal tidak membuang sampah plastik ke aliran sungai yang berpotensi menimbulkan pencemaran air laut.
"Sebenarnya kita sendiri sudah menggalangkan gerakan bersama mahasiswa, tim konservasi, dan pecinta alam bersih-bersih pantai dari sampah plastik. Tapi kan setiap tahun karena lokasi pantai kita dekat dengan sungai. Arus banjir itu terbawa sampai ke laut, sehingga banyak sampah-sampah yang terbawa dari sungai itu tadi," tutupnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun