Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 31 Mei 2022 | 21:00 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berharap agar pertemuan puncak G20 di Bali dapat mencari jalan keluar atas krisis yang terjadi di Ukraina(Instagram/@zelenskiy_official)

Hingga saat ini, tekanan dunia internasional melalui dukungan moral maupun aksi boikot tidak cukup membuat Rusia mengendurkan serangannya di Ukraina, kata Zelenskyy.

Terkait perundingan damai, dia mengatakan dirinya tidak melihat adanya kemajuan yang substansial. Dia mengaku belum mendapatkan respons dari Rusia atas usulan Ukraina untuk menghentikan perang sejak awal negosiasi.

Karena itulah, Zelenskyy berharap agar pertemuan puncak G20 di Bali dapat mencari jalan keluar atas krisis yang terjadi di Ukraina.

Dalam diskusi yang sama, Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar mempertanyakan sikap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa terkait nasib warga Ukraina yang menjadi korban perang.

Baca Juga: Diminta Jokowi Terlibat di KTT G20, Puteri Indonesia 2022 Ngaku Siap Bertugas dan Bikin Negara Bangga

Menurut dia, penjelasan langsung Presiden Zelenskyy tentang kondisi Ukraina menjadi penting karena selama ini informasi terkait kondisi perang Ukraina-Rusia yang sampai ke Indonesia masih simpang siur.

Muhaimin mengaku selama ini dirinya gencar mengampanyekan perdamaian dunia dan meminta Rusia untuk segera mengakhiri invasi ke Ukraina.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB melaporkan 816 kematian warga sipil di Ukraina. Pemerintah negara itu mengatakan 222 orang telah tewas di ibu kota Kiev, termasuk 60 warga sipil dan empat anak-anak, seperti dikutip Reuters.

Pasokan makanan ke Ukraina terputus dan konflik militer di sana telah mengarah pada "bertambahnya kasus kelaparan" di seluruh dunia, kata badan bantuan pangan PBB memperingatkan.

Arus pengungsi dari Ukraina yang melintasi perbatasan telah berkurang tetapi bisa meningkat lagi jika kondisi di wilayah barat negara itu memburuk, kata badan pengungsi PBB.

Baca Juga: Presiden Biden Tuding Rusia Coba Hilangkan Budaya Dan Identitas Rakyat Ukraina

PBB mengatakan 3,27 juta orang telah keluar dari Ukraina dan 2 juta lainnya terpaksa mengungsi ke wilayah lain di negara itu.

Load More