Hingga saat ini, tekanan dunia internasional melalui dukungan moral maupun aksi boikot tidak cukup membuat Rusia mengendurkan serangannya di Ukraina, kata Zelenskyy.
Terkait perundingan damai, dia mengatakan dirinya tidak melihat adanya kemajuan yang substansial. Dia mengaku belum mendapatkan respons dari Rusia atas usulan Ukraina untuk menghentikan perang sejak awal negosiasi.
Karena itulah, Zelenskyy berharap agar pertemuan puncak G20 di Bali dapat mencari jalan keluar atas krisis yang terjadi di Ukraina.
Dalam diskusi yang sama, Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar mempertanyakan sikap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa terkait nasib warga Ukraina yang menjadi korban perang.
Menurut dia, penjelasan langsung Presiden Zelenskyy tentang kondisi Ukraina menjadi penting karena selama ini informasi terkait kondisi perang Ukraina-Rusia yang sampai ke Indonesia masih simpang siur.
Muhaimin mengaku selama ini dirinya gencar mengampanyekan perdamaian dunia dan meminta Rusia untuk segera mengakhiri invasi ke Ukraina.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB melaporkan 816 kematian warga sipil di Ukraina. Pemerintah negara itu mengatakan 222 orang telah tewas di ibu kota Kiev, termasuk 60 warga sipil dan empat anak-anak, seperti dikutip Reuters.
Pasokan makanan ke Ukraina terputus dan konflik militer di sana telah mengarah pada "bertambahnya kasus kelaparan" di seluruh dunia, kata badan bantuan pangan PBB memperingatkan.
Arus pengungsi dari Ukraina yang melintasi perbatasan telah berkurang tetapi bisa meningkat lagi jika kondisi di wilayah barat negara itu memburuk, kata badan pengungsi PBB.
Baca Juga: Presiden Biden Tuding Rusia Coba Hilangkan Budaya Dan Identitas Rakyat Ukraina
PBB mengatakan 3,27 juta orang telah keluar dari Ukraina dan 2 juta lainnya terpaksa mengungsi ke wilayah lain di negara itu.
Berita Terkait
-
Reporter TV Pro-Putin Tewas Diledakkan Ranjau di Perbatasan Rusia-Ukraina
-
Serangan Drone Rusia Hantam Kampung Halaman Zelenskiy Usai Negosiasi Damai
-
Gedung Putih Klaim Kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina, Zelensky: Moskow Berbohong!
-
AS Tawarkan Perjanjian Mineral Baru ke Ukraina: Trump Ingin 'Lindungi' Pembangkit Nuklir?
-
Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Ukraina? Kemlu RI Buka Suara
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara