SuaraJawaTengah.id - Sungguh bejat kelakuan S (40), warga Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap yang sehari-harinya bekerja sebagai petani.
Dia yang harusnya menjadi pelindung dan panutan oleh anak-anaknya justru menyetubuhi anak kandungnya sendiri.
Tak cukup sampai disitu, saat ini anak kandungnya yang masih berstatus sebagai pelajar kelas IX SMP, harus menanggung beban ulah orantua kandungnya karena tengah dalam kondisi hamil empat bulan.
Menurut Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo, kejadian tersebut berhasil terungkap berkat laporan dari ibunya sendiri yang secara tidak sengaja menyaksikan anaknya tengah disetubuhi.
"Awal mula diketahui kejadiannya itu bulan Maret 2022 lalu. Ibu korban mengetahui anaknya sendiri sedang disetubuhi oleh terlapor (ayah kandungnya sendiri) di dalam kamar rumahnya sendiri," katanya saat ungkap kasus di Mapolres Cilacap, Kamis (2/6/2022).
Sebelum melakukan tindakan bejatnya, S awalnya meminta korban untuk dikeroki dengan alasan tidak enak badan. Begitu kepergok oleh istrinya, pelaku langsung mengancam kepada istri dan anaknya untuk tidak menceritakan ke siapa-siapa.
"Pelaku ini mengancam akan membunuh korban dan istrinya kalau cerita kejadian persetubuhan ini," terangnya.
Karena resah dan tidak tahan dengan kelakuan pelaku yang kerap mabuk-mabukan, akhirnya pelapor memberanikan diri untuk bercerita kepada kakaknya (paman korban).
Atas saran dari kakaknya, akhirnya ibu korban melapor ke Mapolres Cilacap guna diproses sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: Kisah Pilu Perempuan yang Suaminya Direbut Anak Kandung, Mereka Sampai Kabur
"Begitu mendapat laporan, Kanit IV/PPA beserta anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya," jelasnya.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Berdasarkan pengakuan korban, persetubuhan ini sudah dilakukan selama dua tahun tanpa sepengetahuan ibu korban.
"Kejadian itu sudah terjadi selama 2 tahun terakhir. Tersangka melakukan perbuatanya dari tahun 2020 dengan modus untuk memenuhi hasrat seksual dan birahinya. Selama dua tahun itu, rata-rata pelaku melakukannya dua kali dalam seminggu," tuturnya.
Dari kejadian tersebut, petugas kepolisian dari Satreskrim Polres Cilacap mengamankan barang bukti satu potong celana panjang warna hitam dan baju warna putih milik pelaku serta satu potong baju kemeja warna merah dan celana panjang warna biru milik korban.
Pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.
"Bunyinya melakukan perbuatan setubuh dan atau cabul terhadap seorang anak perempuan di bawah umur dengan ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap! Pelaku Penodongan Kasir Minimarket di Cilacap Ternyata Kakek 72 Tahun, Begini Kronologinya
-
Viral Kasus Penodongan Kasir Minimarket di Cilacap, Warganet Malah Iba ke Pelaku, Ternyata Ini Sosoknya
-
Diduga Konsumsi Plastik, Penyu Lekang Berusia 20 Tahun Ditemukan Mati di Pantai Wagir Indah Cilacap
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah