SuaraJawaTengah.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan masyarakat dapat menyaksikan tiga fenomena antariksa yang cukup langka, yaitu purnama stroberi super, bulan baru stroberi mikro dan purnama rusa super pada 14 Juni sampai 14 Juli 2022.
"Purnama stroberi super merupakan purnama yang terjadi di bulan Juni. Sedangkan purnama rusa super adalah purnama yang terjadi pada bulan Juli. Definisi ini juga dipakai untuk fase bulan baru," kata peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang dikutip dari ANTARA di Jakarta, Minggu (12/6/2022).
Seperti pada fase bulan baru pada umumnya, Andi menuturkan purnama stroberi super, bulan baru stroberi mikro dan purnama rusa super dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Adanya konfigurasi matahari-bumi-bulan atau bisa juga matahari-bulan-bumi yang berada di posisi segaris membuat timbulnya pasang yang lebih besar. Apalagi konfigurasi itu juga diperkuat dengan bulan yang berada di titik terdekatnya dengan bumi.
Pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juni 2022 dan 14 Juli 2022, sehingga disarankan bagi nelayan untuk tidak melaut di dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena itu, yakni antara 12 hingga 16 Juni 2022, dan 12 hingga 16 Juli 2022.
"Perhitungan ini hanya mempertimbangkan faktor astronomis saja tanpa melihat gelombang laut akibat badai angin," ujar Andi.
Ia mengatakan pasang laut pada 29 Juni 2022 secara astronomis juga perlu dipertimbangkan. Gaya pasang laut saat bulan baru mikro adalah sebesar 52 persen dari gaya pasang laut saat bulan perbani super.
Sehingga perlu diwaspadai pasang laut tersebut antara dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena itu, yakni antara 27 Juni 2022 hingga 1 Juli 2022.
Purnama stroberi super akan terjadi pada 14 Juni 2022 pukul 18.51 WIB/19.51 Wita/20.51 WIT pada jarak 357.368 kilometer (km). Sedangkan bulan baru stroberi mikro akan terjadi pada 29 Juni 2022 pukul 09.52 WIB/10.52 WITA/11.52 WIT pada jarak 406.569 km.
Baca Juga: BRIN: Hutan Keramat Warisan Kearifan Lokal yang Bermanfaat untuk Konservasi
Purnama rusa super akan terjadi pada 14 Juli 2022 pukul 01.57 WIB/02.57 Wita/03.57 WIT pada jarak 357.418 km.
Bulan baru stroberi mikro tidak dapat disaksikan sebelum matahari terbit, karena terbitnya yang lebih lambat dibandingkan matahari dan permukaan bulan yang menghadap bumi tidak terkena cahaya matahari sehingga tampak gelap.
"Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya bulan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Fenomena ini bisa diamati tanpa perlu bantuan alat optik apapun, kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video," tuturnya.
Andi menuturkan penamaan tiga fenomena antariksa itu berasal dari Almanak Petani Amerika (The Farmer’s Almanac). Pada Juni dilakukan panen stroberi, sedangkan pada Juli rusa jantan muda mulai tumbuh tanduknya.
"Jadi penamaan ini sebenarnya berasal dari penanda musim dan perilaku hewan yang timbul pada musim-musim tertentu bagi penduduk asli Amerika," ujar Andi.
Andi menuturkan purnama kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan bulan purnama super atau yang disebut purnama perige m. Sedangkan untuk bulan baru stroberi bertepatan dengan bulan baru mikro atau bulan baru apoge.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas