SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sukirman meminta Pemerintah Provinsi Jateng ikut memperhatikan sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta yang tersebar di 35 kabupaten/kota guna mengantisipasi terjadinya kesenjangan.
"Pemerintah perlu memperhatikan sarana dan prasarana SMK swasta, sehingga tidak ada kesenjangan yang lebar. Intinya, semua harus bisa mendapatkan pendidikan yang layak," kata Sukirman dikutip dari ANTARA di Semarang, Jumat (17/6/2022).
Ia menyebut lulusan siswa tingkat SMP sederajat pada tahun ini tercatat 522.295 orang, sedangkan ketersediaan SMA/SMK negeri hanya 595 sekolah atau hanya mampu menampung 217.781 siswa.
"Artinya masih ada dua ratusan ribu lebih yang bakal tidak akan bisa masuk ke SMA/SMK negeri. Akhirnya banyak juga yang masuk ke sekolah-sekolah swasta, termasuk SMK-nya," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Agar sama-sama mendapatkan pendidikan yang layak, lanjut Sukirman, maka sekolah swasta juga harus diperhatikan dan tidak boleh diabaikan.
"Karena nanti yang akan mendulang hasil, utamanya sumber daya manusia, juga Provinsi Jawa Tengah sendiri," katanya.
Menurut dia, hingga kini masih ada SMK yang terkendala minimnya sarana pasarana untuk menunjang praktik, sehingga Pemprov Jateng harus memperhatikan persoalan tersebut.
"Masih ada pekerjaan rumah bagi Pemprov Jateng untuk menangani persoalan sarana dan prasarana yang seringkali menjadi problem sekolah," ujar legislator yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Jateng ini.
Sukirman mencontohkan pada reses di Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu, di SMK Ma’arif NU Doro itu dibuka tiga jurusan, yakni perbengkelan motor, administrasi dan keuangan kantor dan komputer.
Namun sarana dan prasarananya masih sedikit, seperti jurusan perbengkelan tidak memiliki motor sebagai bagian dari praktik, jurusan komputer mengalami kekurangan komputer di beberapa laboratoriumnya.
"Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah karena saat ini peminatnya sangat banyak," katanya.
Dengan memperkuat kurikulum maupun sarana dan prasarananya, baik itu SMK negeri atau swasta, lanjut Sukirman, maka akan lahir sumber daya manusia yang unggul dan merata.
"Ini akan menjadi aksi nyata pemerintah bahwa Jateng juga sudah investasi SDM, untuk menyambut investor-investor yang akan berinvestasi di provinsi ini," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga