"Alatnya tidak terlalu besar. Orang-orang tua pasti akan tahu cara kerja telpon umum koin, jadi modelnya seperti itu," ucap dia.
Cara pemakaiannya itu dari HP menyambungkan dan mengkoneksikan nama Wife-nya dulu. Terus akan muncul halaman login, kemudian tinggal dipilih masukan koin.
Kalau sudah diklik masuk koin, nanti muncul hitungan mundur 30 detik buat durasi memasukan koin. Kalau sudah memasukan akan muncul total durasi yang didapat sesuai uang yang dimasukan.
"Kalua sudah pencet selesai. Nanti otomatis warga bisa menikmati layanan internet. Kalau ada yang bingung kita pandu," imbuhnya.
Soufi mengatakan, alat internet koin dipasang di halaman rumah biar warga yang ingin memakai lebih mudah. Hampir setiap hari pasti ramai warga di rumahnya yang menikmati akses internet.
Rata-rata satu hari itu sekitar 20 orang, pas malam minggu atau malam hari libur lebih banyak jumlahnya, bisa 30-an orang.
"Pas ramai itu kalau malam, abis salat isya sampai tengah malam. Yang makai mayoritas anak-anak tapi orang tua juga ada, tapi biasanya buat streaming Youtube," jelas dia.
Soufi menambahkan, pas PJJ saat pandemi kemarin banyak yang mengakses untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas.
Jangkauan sinyalnya itu jaraknya sampai sekitar 20 meter dari rumah. Siapa yang mengakses dan berapa lama Itu langsung tercatat otomatis di halaman admin.
Baca Juga: Empat Trik Atasi Internet Lemot di HP
"Pernah ada yang memakai sampai 5 jam. Jadi tercatat secara otomatis. Saya sempat tanya kenapa pakai internet koin, karena kalau pakai data di HP itu boros katanya," tuturnya.
Setiap bulan, ia mengisi data itu Rp 150.000 buat 50 giga tapi pemakaiannya tidak sampai habis.
Setiap bulannya, ia rata-rata memperoleh Rp 200.000. Ia sengaja tidak mengambil untung banyak, yang penting warga bisa menikmati akses internet murah.
"Tiap bulan saya mengisi paket data 50 giga, itu Rp 150.000. Para tetangga malah mendukung, malah ada yang minta jaraknya diperluas lagi," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat