SuaraJawaTengah.id - Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc., tidak setuju dengan penyebutan penyakit hepatitis misterius dan lebih memilih kata unidentified.
"Terminologi 'hepatitis yang belum diidentifikasi (unidentified)' dipilih karena hepatitis ini bukanlah penyakit baru di Indonesia," kata Tri Yunis Miko Wahyono dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022).
Menurut dia penyakit hepatitis sudah diketahui, yang tidak diketahui ini karena diagnosisnya belum terpecahkan. Kalau diagnosisnya belum terpecahkan namanya bukan misterius, tetapi unidentified.
"Jadi, tidak ada penyakit yang misterius," kata Dr. Miko.
Lebih lanjut Miko mengatakan untuk menangani hepatitis akut pada anak, diperlukan upaya penanganan dalam sistem pelayanan sekunder. Menurut Dr. Miko, ada tiga tingkatan dalam sistem pelayanan dan sistem kesehatan, yakni layanan primer pada strata terbawah, layanan sekunder pada strata tengah, dan layanan tersier pada strata teratas.
Pada sistem pelayanan sekunder, Dr. Miko menilai layanan yang diberikan terbilang masih jauh dari standar diagnosis.
"Sistem kesehatan negara kita masih jauh dari kata well-organized dan belum cukup ajeg. Terdapat berbagai tantangan yang dihadapi ke depannya, seperti konsep layanan primer yang perlu dibuat lebih benar; integrasi layanan sebagai target pada 2024; serta sistem pelayanan lebih baik yang diharapkan tercapai pada 2030.
"Tantangan ini dapat dicapai bukan hanya dengan andil sektor kesehatan, melainkan juga dengan sinergi dari aspek politis karena berbagai kebijakan dari sektor apa pun, termasuk sektor kesehatan, tidak terlepas dari keputusan politik," demikian Miko.
Baca Juga: Kemenkes: Virus Herpes Ditemukan pada 25 Persen Pasien Hepatitis Akut Misterius di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
Terkini
-
Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa
-
Kendal Tornado FC Hadapi PSS Sleman, Stefan Keeltjes Uji Mental Bertanding Pemain
-
Sidang Korupsi Bupati Cilacap: Pejabat Mengaku Patungan THR Forkopimda dari Uang Pribadi
-
Misteri Kematian Bos Konter HP Ambarawa, Ditemukan Luka di Kepala, Pelat Nomor Berlumur Darah
-
Hanya Bayar Enam Kali Angsuran, Debitur Bank Pollux Ini Divonis 2 Tahun Penjara