SuaraJawaTengah.id - Usaha tak akan mengkhianati hasil. Ungkapan itulah yang selalu menjadi pedoman Kisno (26), pemuda rantau asal Desa Asinan, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.
Di kontrakannya yang berada di gang sempit, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, kisah perjuangan meraih kesuksesan dari berjualan jajanan pentol diceritakannya.
Waktu menunjukkan pukul 11.13 WIB. Tak seperti biasanya, siang itu, Kisno dan dua pegawainya sudah bersantai. Karena, seringkali dapur untuk produksi baru selesai selepas azan zuhur. Rabu (20/7/2022), ia memulai produksi lebih pagi.
"Hari ini memang lagi gasik selesainya. Ga tau kenapa kebetulan tadi juga proses produksinya lebih gasik" kata Kisno sembari menyantap nasi padang yang tersaji di meja ruang tamu, Rabu (20/7/2022).
Tak pernah terbayangkan sebelumnya usaha dagang pentol yang sudah dijalani dari tahun 2014 akan sebesar seperti sekarang ini. Jatuh bangun dan pahit manisnya berdagang sudah ia rasakan.
Sebelum memasuki dunia bisnis, selepas pendidikan Sekolah Dasar ia sempat bekerja di Banjarnegara kota menjadi pelayan di salah satu pedagang bakso ternama. Namun bosnya saat itu, meminta Kisno untuk menjaga sawah selama sebulan menjelang panen.
"Saya sempat jaga sawah sebulan, kebetulan yang punya sawah itu juga punya usaha bakso nah saya akhirnya disuruh jadi pelayan disitu," terangnya.
Saat itu, ia memutuskan untuk langsung bekerja setelah lulus SD. Faktor keterbatasan ekonomi kedua orangtuanya menjadi alasan kuat. Dirinya tak ingin lebih jauh merepotkan orangtuanya yang berprofesi sebagai petani.
"Karena saya tidak mau ngerepotin. Kasihan orangtua, penghasilannya cuma cukup buat makan sehari-hari. Jadi saya kasihan ga mau nambah beban," jelasnya
Baca Juga: 5 Wisata Alam Paling Kece di Baturraden Banyumas
Tiga tahun lamanya ia bekerja sebagai pelayan bakso. Namun memasuki tahun kedua, ia meminta untuk terlibat dalam langst peracikan bakso sebelum dihidangkan.
Ibarat pekerja kantoran, jenjang karirnya naik satu tahap. Alhasil, dia sedikit mengetahui racikan bakso yang sedap dilidah pelanggan. Dari situlah basic meramu kuah bakso tercipta.
Memasuki periode ketiga, hasrat ingin maju dan berkembang tak terbendung. Ia memutuskan untuk keluar dari kerjaannya dan merantau ke Jakarta di usianya yang masih tergolong muda.
Tahun 2013, ia dibawa pamannya bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta. Sebenarnya, setelah lulus SD ia bercita-cita menjadi kuli bangunan. Namun keinginan itu baru tercapai 3 tahun kemudian.
Tak seindah yang ia bayangkan, ibukota terlalu keras bagi dirinya yang saat itu baru berusia 17 tahun. Ia pun hanya bertahan delapan bulan bekerja di Jakarta.
"Saya cuma betah delapan bulan di Jakarta. Tapi saya tidak menyesal. Karena dari awal niat saya pengin cari pengalaman dan berkembang. Kebetulan saya sempat berkeinginan jadi kuli setelah lulus SD," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama