Pencarian kebenaran tertinggi diabadikan melalui fragmen relief Gandawyuha di lorong 2 dan 3 Candi Borobubudur. Relief itu menceritakan perjalanan spiritual Sudhana mencari nilai spiritual tertinggi.
Fragmen Gandawyuha yang terdiri dari 460 panel relief, konon merupakan kisah yang sangat populer di India saat agama Buddha dan Hindu masuk ke Nusantara.
Begitu sarat makna cerita Sudhana ini, Raja India masa itu pernah menulisnya sendiri sebagai naskah sutra yang diserahkan kepada salah seorang kaisar Tiongkok.
Menurut cendikiawan Buddhis, Salim Lee, bukan tanpa alasan Gandawyuha dimasukkan oleh nenek moyang dalam relief Candi Borobudur. Gandawyuha dianggap mengandung kedalaman ajaran Buddha.
Gandawyuha di Tiongkok menjadi sangat terkenal dalam bentuk laku meditasi. Di Borobudur, Gandawyuha lebih menonjolkan sikap peduli dan bermasyarakat.
Pahatan fragmen Gandawyuha (juga semua relief) di Candi Borobudur menunjukkan corak Nusantara. Menunjukkan betapa nenek moyang kita bertoleransi dan mampu menyesuaikan diri menerima kebudayaan baru.
Ajaran agama dan kebudayaan yang datang ditelaah terlebih dahulu. Kemudiaan diterjemahkan dan dikemas dalam balutan budaya lokal yang khas corak Nusantara.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Baca Juga: Festival Budaya Loloan di Jembrana Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Tragedi Kecelakaan Maut di Jogja: Pemotor Tak Berhelm Tabrak Nenek 80 Tahun hingga Tewas
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi untuk Perempuan Lebih Berdaya
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi