Diperiksa di Polsek Grabag, Kamis (5/8/2022) pukul 02.30 hingga siang hari, I belum juga memberitahu di mana keberadaan korban. “Terus dikorek, akhirnya dia ngaku. Itu kira-kira pukul 13.00 WIB.”
Sesuai pengakuan terduga pelaku I, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal di areal kebun kopi sekitar 50 meter dari ruas Jalan Grabag-Cokro. Korban ditemukan dengan luka sobek sepanjang 10 centimeter di pelipis kiri.
Siswa Baru yang Pendiam
Menurut Kepala Dusun Sudimoro, Sih Agung Prasetyo, keluarga Wahid Syaiful Hidayat baru saja pindah ke kampung tersebut. Mereka sekeluarga sebelumnya tinggal di Yogyakarta, mengikuti sang bapak yang berjualan bakso.
Di Grabag, orang tua Wahid melanjutkan usaha berjualan bakso. Dagangan dibawa berkeliling kampung, tapi lebih sering mangkal di Pasar Grabag.
Pada awal tahun ajaran baru 11 Juli 2022, Wahid baru saja masuk sebagai siswa kelas VII di salah satu SMP negeri di Kecamatan Grabag.
“Jadi siswa baru dan domisili baru di sini. Anaknya menengan (pendiam). Culun. Maksudnya nggak rame seperti teman-temannya. Kalem. Ya anak manis lah,” kata Sih Agung.
Meski terbilang warga baru, tewasnya Wahid Syaiful Hidayat membuat masyarakat Dusun Sudimoro sangat terpukul. Terutama keluarga besar ibu Wahid yang kelahiran dusun tersebut.
Tangis keluarga pecah saat jenazah Wahid dibawa pulang setelah selesai di-outopsi di RSUD Muntilan. Sempat disholatkan di masjid, jenazah langsung dikebumikan di pemakaman umum setempat. “Yang jelas itu (keluarga berharap) pelaku dihukum yang seberat-beratnya," ungkapnya.
Duka Dunia Pendidikan
Duka mendalam atas peristiwa ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin. Dia menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus kepada polisi.
“Kami terus mengawal, mendampingi, mengikuti proses itu. Sebagai bentuk simpati. Berduka. Hakikatnya yang berduka kita semua” ujar Aziz.
Sebagai langkah tindak lanjut Dinas Pendidikan Magelang akan memberikan trauma healing kepada seluruh siswa sekolah yang bersangkutan. Terapi psikis untuk mengurangi efek trauma akibat kejadian ini.
“Kita memotivasi anak-anak agar tetap terjaga semangat motivasi belajarnya. Jangan sampai ada trauma terhadap peristiwa ini. Memberikan edukasi kepada orangtua agar lebih meningkatkan pendampingan terhadap anak-anak," jelasnya.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama