SuaraJawaTengah.id - Puluhan siswa SD di Kabupaten Tegal diduga mengalami keracunan massal usai memakan jajalan makaroni telur (maklor), Senin (8/8/2022). Tujuh siswa harus dirawat di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi di SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi. Puluhan siswa dari tiga sekolah itu mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing dan lemas usai memakan maklor yang dijual di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SDN Slawi Wetan 01, Murtini mengungkapkan, siswa yang diduga keracunan merupakan siswa kelas 3 dan 4. Mereka mengalami gejala keracunan tak lama setelah memakan maklor yang dibeli saat jam istirahat.
"Seperti biasa saat jam istirahat jam 09.00 WIB, anak-anak jajan maklor. Beberapa menit kemudian, satu anak muntah-muntah, disusul anak-anak yang lain. Kami segera laporan ke pukesmas dan dari puskemas langsung ke sini, disusul dari Dinas Kesehatan," ungkapnya, Senin (8/8/2022).
Selain siswa SDN Slawi Wetan 01, Murtini menyebut gejala keracunan ternyata juga dialami siswa dari SDN Slawi Wetan 02 dan 03 yang berada di satu kompleks. Mereka langsung mendapat penanganan dari petugas Puskesmas Slawi dan Dinas Kesehatan.
"Setelah ditangani, ada tiga siswa yang dirujuk ke IGD Rumah Sakit dr Soeselo karena kondisinya lemas," kata dia.
Menurut Murtini, peristiwa tersebut baru pertama kali terjadi. Adapun penjual maklor yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah lama berjualan di lingkungan sekolah.
"Penjualnya sudah bertahun-tahun jualan di sini (sekolah). Waktu hari Jumat (5/8/2022), saya juga sempat beli, malah makan sampai habis, tidak apa-apa. Tapi memang dari muntahan anak-anak ada maklornya," ujar dia.
Petugas Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Siti Putri Nur Khaolifah mengatakan, total siswa yang diduga keracunan berjumlah 33 orang. Mayoritas mengalami gejala pusing, mual dan muntah-muntah.
Baca Juga: Keren, Pesilat Cantik Asal Kota Tegal Raih Emas Kejuaraan Dunia di Malaysia
"Dari masing-masing SD ada 11 siswa yang alami gejala keracunan. Kalau yang masih dirawat ada tujuh anak. Tiga di rumah sakit, empat di PSC Dinkes. Sisanya sudah membaik dan pulang ke rumah," ungkapnya.
Siti mengatakan, sampel dari makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah diambil dan akan diperiksa di laboratorium di Semarang. Hal ini untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.
"Yang dijadikan sampel untuk diperiksa sisa makaroni kering, basah, minyak goreng, dan lain-lain," ucapnya.
Sementara itu Wakapolres Tegal Kompol Didi Dewantoro mengatakan, Satreskrim sudah menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan mengirim tim identifikasi ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari Polsek Slawi.
"Tim memeriksa saksi dan korban di rumah sakit. Informasi awal keracunan maklor, tapi saat ini masih kita dalami lagi, masih kita lakukan penyelidikan di TKP apakah betul dari makanan itu atau tidak," ujarnya, Senin (8/8/2022).
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tragedi Gunung Slamet: Syafiq Ali Ditemukan Tewas Setelah 16 Hari Pencarian Dramatis
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal