SuaraJawaTengah.id - Pasien Covid berusia 7 tahun yang meninggal di Kota Magelang, diperkirakan belum menerima vaksin. Pasien menderita komorbid sehingga belum memenuhi syarat untuk divaksin.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Istiqomah, pasien dirawat sejak tanggal 28 Juli hingga akhirnya meninggal 7 Agustus 2022.
"Kalau dari penelusuran memang ada komorbid. Hanya kami tidak bisa membuka detail penyakitnya apa," kata dr Istiqomah.
Dari pemeriksaan awal saat masuk perawatan di rumah sakit, pasien warga Kecamatan Magelang Tengah ini sudah menunjukkan gejala Covid. Saturasi oksigen pasien sangat rendah dan hasil rontgen paru mengarah pada Covid-19.
Sebagai penderita komorbid (penyakit penyerta), pasien diperkirakan belum menerima vaksin. "Dari serumah saja belum semuanya vaksin. Untuk yang bersangkutan karena punya komorbid kemungkinan memang belum vaksin. Karena komorbid masih dalam pengobatan."
Sama seperti penanganan kasus Covid lainnya, langkah testing, tracing, dan treatment juga dilakukan terhadap pasien anak-anak ini. Belum diketahui apakah pasien sempat melakukan kotak dengan teman-teman di lingkungan sekolah.
Pemerintah Kota Magelang terus melakukan uji petik Covid di sekolah. Sehingga jika terdapat laporan siswa tertular Covid, sekolah dapat dengan segera melakukan tracing lebih lanjut.
"Kalau di sekolah malah ada uji petik. Uji petik jalan terus. Kalau ada notifikasi kasus seperti ini di ligkungan rumah dan sekolahnya (tracing). Sama kontak erat yang mungkin," ujar dr Istiqomah.
Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Magelang berfluktuasi setiap hari. Namun naik-turun kasus aktif masih dalam taraf normal yaitu tidak lebih dari 15 kasus.
Baca Juga: COVID-19 Belum Tuntas Melanda, Toyota Hentikan Produksi Sementara
"Artinya ada tambahan 1 sampai 2 kasus aktif tapi ada tambahan yang sembuh. Jadi mulai dari yang zero kasus itu kan terus ada tambahan 1, 2, sampai 5 juga kadang-kadang ada. Cuma akumulasi kasus aktifnya tidak lewat dari 15."
Kasus meninggalnya pasien anak Covid ini diperkirakan sebagai kasus pertama yang terjadi di Kota Magelang. Terutama setelah Kota Magelang sekian waktu sama sekali tidak terdapat kasus penularan Covid.
"Sepertinya selama ini Kota Magelang belum ada ya (kasus pasien anak-anak meninggal Covid). Kalau saya ingat. Dulu kasus anak-anak ada tapi tidak sampai meninggal sepertinya."
Kasus penularan Covid terhadap anak menyebabkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta pemerintah daerah menghentikan pembelajaran tatap muka.
Menurut Sekretaris IDAI Jawa Tengah, Choirul Anam, menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada anak.
Dia menambahkan, jumlah kasus penularan Covid-19 pada anak bertambah signifikan sejak dimulainya tahun ajaran baru. IDAI mencatat sejak Juli 2022, sebanyak 20 anak di Jateng terkonfirmasi Covid.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
OTT Bupati Cilacap Guncang PKB: Kader Terkejut, Minta Publik Tunggu Penjelasan Resmi KPK
-
BRI Semarang Pattimura Dukung Program Serambi BI: Fasilitasi Penukaran Uang Baru di Pasar Modern BSB
-
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta
-
BRI Gandeng Yakult Lady: Digitalisasi Transaksi UMKM dan Dukungan Kesejahteraan Melalui QRIS
-
BRI Siaga Lebaran 2026: Kantor Cabang, BRImo, hingga Agen BRILink Siap Layani Nasabah