SuaraJawaTengah.id - Usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) berperan penting mendukung keberhasilan ketahanan pangan nasional.
Mengupayakan kedaulatan pangan hanya dengan meningkatkan produktivitas pertanian akan timpang tanpa mempersiapkan jalur pemasaran.
Usaha kecil dan menengah sektor olahan produk pertanian perlu menyerap sebanyak mungkin hasil panen petani lokal.
Menurut Sekretaris Daerah, Adi Waryanto, Kabupaten Magelang memiliki lahan pertanian yang luas. Hasil panen ubi kayu (singkong) misalnya, mencapai 1.198 hektare pada tahun 2020.
Jumlah itu meningkat dari luas hasil panen singkong tahun 2019 yaitu 1.072 hektare. Hasil panen masih cukup meskipun di masa pendemi.
“Kita mendorong semua unsur termasuk para petani menuju ketahanan pangan. Bahkan mengarah pada kedaulatan pangan,” kata Adi Waryanto disela rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Lapangan drh Soepardi, Minggu (14/8/2022).
Petani didorong meningkatkan kualitas hasil panen melalui bantuan pembangunan irigasi, pengadaan air bersih, dan insfrastruktur pertanian lainnya.
Merdeka dari Pangan Impor
Krisis pangan global yang menyebabkan berkurangnya impor gandum ke Indonesia, justru dipandang positif oleh pelaku UMKM.
Baca Juga: Rayakan Hari UMKM Nasional 2022, Ini 5 Rekomendasi Brand Lokal Untuk Lengkapi Penampilan
Anni Syarifah, pelaku UMKM aneka olahan singkong melihat situasi tersebut sebagai peluang pasar bagi produk makanan hasil pertanian lokal.
“Ini kesempatan mempromosikan produk UMKM olahan singkong. Singkong keju sekarang kan menjadi sajian makanan yang ngetren,” kata Anni Syarifah.
Kebutuhan bahan baku singkong UMKM Luweng ProKer masih cukup dipenuhi oleh hasil panen di Kabupaten Magelang. Kebutuhan singkong Luweng ProKer baru mencapai 1 kuintal per bulan.
“Ambilnya masih dari Kabupaten Magelang. Tidak keluar. Misal adanya singkong putih ya kita olah menjadi singkong keju tapi warna putih. Seadanya kita olah," ujarnya.
Menurut Anni, peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-77 pas dijadikan batu pijakan membangun ketahanan pangan lokal. Merdeka pangan memanfaatkan hasil pertanian sendiri.
“Untuk kenyang kan tidak hanya bersumber dari nasi. Singkong juga bisa menjadikan kita kenyang. Apalagi bahan bakunya berlimpah di sekitar kita. Tidak perlu impor," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
Terkini
-
Er Deva Kembali ke Kendal Tornado FC, Bawa Pengalaman dari Timnas Indonesia U-20
-
Trauma dengan MBG, Siswa di Pati Cerita Diare 5 Kali, Kepala Pusing hingga Mimisan Usai Makan
-
Perluas Inklusi Keuangan Nasional, BRI Tegaskan Komitmen Dukung Presiden Prabowo
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG