
Dua asrama pendidikan di Magelang: Van Lith dan asrama putri katolik Mendut jadi sasaran amuk massa. Jika Van Lith berhasil dibangun kembali di lokasi yang sama, asrama putri Katolik Mendut pindah tempat tak jauh dari lokasi semula.
“Kalau lokasi tanahnya dari dekat jembatan (Kali Elo) sampai ke depan Candi Mendut. Siswanya dari seluruh Indonesia. Kalau yang laki-laki ke Van Lith, yang perempuan di Mendut. Yang masih ada sekarang (tinggal) pintu gerbang," ujar dia.
Misi Misionaris di Magelang
Berdirinya sekolah asrama Van Lith dan asrama putri katolik Mendut tidak lepas dari jasa 2 tokoh misionaris, Romo GJM Van Lith SJ dan Romo Petrus Hoevenaars SJ.
Baca Juga: Warga di Sulawesi Selatan Terlambat Tahu Indonesia Merdeka
Keduanya tiba di Jawa tahun 1896 dan sama-sama mendirikan sekolah asrama. Van Lith sekolah asrama khusus putra didirikan di Muntilan, sedangkan sekolah di Mendut khusus untuk putri.
Sekitar tahun 1904, Romo Hoevenaars dipindah ke Cirebon. Asrama putri Katolik di Mendut kemudian dipimpin oleh Romo Johannes Aloysius Schrader SJ.
Hanya 1 tahun Romo Schrader memimpin asrama putri Katolik Mendut. Pada 16 Desember 1905, diusia 35 tahun, Romo Schrader meninggal dunia.
Dia dimakamkan di tanah milik misionaris yang jaraknya hanya 300 meter dari lokasi asrama. Lokasi yang sekarang berada di Dusun Mendut III, Kelurahan Mendut, Kecamatan Mendut itu dikenal sebagai Kerkhoff Mendut.
“Tanah di sekitar lokasi Kerkhoff Mendut juga milik gereja. Tanah milik misi (misonaris gereja) dulu. Luasnya dari bawah pinggir Kali Elo sampai ke kerkhoff,” kata Maria Theresa Karni.
Baca Juga: Pimpinan Ponpes di Bandung Diduga Cabuli Para Santri, Polisi Lakukan Pengusutan
Romo Schrader adalah orang pertama yang dimakamkan di lahan tersebut. Di tanah milik misionaris juga tinggal 4 keluarga Katolik yang dibawa romo dari daerah Sendangsono, Kalibawang, Kulonprogo.
Berita Terkait
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Cemburu Buta! Pria di Blitar Bacok Mantan Istri dan Ibu Mertua!
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025