Sekitar tahun 1904, Romo Hoevenaars dipindah ke Cirebon. Asrama putri Katolik di Mendut kemudian dipimpin oleh Romo Johannes Aloysius Schrader SJ.
Hanya 1 tahun Romo Schrader memimpin asrama putri Katolik Mendut. Pada 16 Desember 1905, diusia 35 tahun, Romo Schrader meninggal dunia.
Dia dimakamkan di tanah milik misionaris yang jaraknya hanya 300 meter dari lokasi asrama. Lokasi yang sekarang berada di Dusun Mendut III, Kelurahan Mendut, Kecamatan Mendut itu dikenal sebagai Kerkhoff Mendut.
“Tanah di sekitar lokasi Kerkhoff Mendut juga milik gereja. Tanah milik misi (misonaris gereja) dulu. Luasnya dari bawah pinggir Kali Elo sampai ke kerkhoff,” kata Maria Theresa Karni.
Romo Schrader adalah orang pertama yang dimakamkan di lahan tersebut. Di tanah milik misionaris juga tinggal 4 keluarga Katolik yang dibawa romo dari daerah Sendangsono, Kalibawang, Kulonprogo.
Keluarga kakek dari Maria Theresa Karni salah satu dari keluarga Katolik yang diboyong dari Sendangsono ke Mendut. “Keluarga kakek sama ayah saya. Kerkhoff itu bahasa Belanda artinya makam," paparnya.
Menurut Maria Theresa Karni, selain di Kerkhoff Mendut, gereja juga memiliki tanah misionaris di sekitar kawasan yang sekarang menjadi objek wisata kolam renang Mendut. “Itu dulu tanah misi sampai ke Pom bensin. Berbentuk tanah juga ada rumah.”
Makam Unik Romo Schrader
Andreas Sutoyo suami Maria Theresa Karni mengajak saya berkeliling Kerkhoff Mendut. Dia menunjukkan makam Romo Schrader yang berada tepat di belakang monumen salib berukuran besar.
Baca Juga: Warga di Sulawesi Selatan Terlambat Tahu Indonesia Merdeka
Ada yang unik dari makam Romo Schrader. Tidak seperti seluruh makam di tempat ini yang membujur arah utara ke selatan, makam Romo Schrader mengarah sebaliknya.
“Dipersani (diperhatikan) ya. Ini semua makan nisannya posisi kepala kan ada di sebelah utara. Ini (makam Romo Schrader) ada di sisi selatan. Ini posisi makamnya berbeda,” kata Andreas Sutoyo.
Tidak ada pejelasan mengapa posisi menghadap makam Romo Schrader berbeda dari makam lainnya.
Dalam lampiran Keputusan Bupati Magelang tahun 2015, tentang Penetapan Bangunan dan Situs Cagar Budaya Kerkhoff Mendut, terdapat sedikitnya 19 makam tua di kompleks ini.
Makam-makam itu diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun. Makam paling tua adalah makam Romo Schrader.
Dari 19 makam tersebut hanya 9 makam yang masih bisa dilihat keterangan angka tahunnya yaitu antara 1905 hingga 1951. Diantaranya makam keluarga Lauw dan Barbara Tangiting yang meninggal 20 Agustus 1927.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan